Jadi Ikon Pusat Sagu Dunia, Tidak Lagi Terpisah Sungai, Jembatan Usman Samad Diresmikan
Admin
Rabu, 28 Okt 2020 09:20
KEPULAUAN MERANTI - Jembatan Usman Samad, di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti resmi dioperasikan Selasa (27/10/2020).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti Dr Irwan M.Si dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di lokasi jembatan.
Jembatan tersebut menjadi harapan besar bagi masyarakat sebagai penghubung antar desa satu dengan yang lain.
Jembatan ini telah menjadi penghubung Desa Sungai Tohor dengan Desa Sunga Tohir Barat yang terpisah oleh sungai.
Jembatan ini juga menjadi salah satu pembangunan Bina Marga kedua yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.
Dan menjadi ikon di Kecamatan Tebingtinggi Timur yang berjuluk Pusat Sagu Dunia tersebut.
Mengingat setelah sebelumnya Pemkab Kepulauan Meranti melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan dan Pemukiman (DPU PRPKP) juga telah membangun Jembatan di Sungai Kengkam di Desa Mekarsari.
Berdasarkan data dan informasi dari DPU PRPKP, proyek Pembangunan Jembatan Sungai Tohor Kiri Kanan Kecamatan Tebing Tinggi Timur itu dibangun menggunakan APBD senilai Rp 27.673.000.000 miliar.
Bentang utama dibangun pada tahun 2016 dan opritnya dibangun dua tahun berikutnya tahun 2019.
Jembatan tersebut mempunyai bentang utama sepanjang 60 meter sedangkan oprit atau penghubung jembatan disisi kanan dan kirinya sepanjang 210 meter dan totalnya 270 meter.
Pembangunannya yang memakan waktu hampir 1 tahun lamanya dengan dua tahun anggaran. Dalam proses pengerjaannya melalui proses yang sangat sulit terlebih lagi untuk memasok material jembatan dan lainnya.
Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Tebingtinggi Timur, Basrah menjelaskan nama Usman Samad untuk jembatan tersebut disepakati melalui musyawarah.
Antara dinas terkait, perangkat desa dan tokoh masyarakat.
Nama tersebut merupakan gabungan dua nama tokoh yang telah berjasa terhadap daerah tersebut. Usman diambil dari nama kepala desa pertama di Desa Sungai Tohor.
Sementara Samad diketahui adalah ada orang pertama yang membuka dan merintis wilayah tersebut.
"Nama dari jembatan tersebut diambil dari keputusan dua masyarakat desa yang berdekatan dengan jembatan.”
“ Kita mengambil kesempatan untuk mengagungkan siapa tokoh kita, maka diputuskan Usman bin Tawar dia adalah seorang Datuk penghulu, yang berwibawa waktu itu dan Samad bin Hatta tokoh masyarakat membuka hutan sungai Tohor tahun 1905 silam," terangnya.
Bupati Irewan dalam sambutannya mengatakan sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat cukup kesusahan untuk menyeberang.
Sehingga masyarakat cukup terbantu dengan jembatan ini dan membuka isolir desa tersebut.
"Selamat kepada masyarakat Tebingtinggi Timur dengan telah terbangunnya jembatan Usman Samad ini.”
“ Selama ini masyarakat menyeberang cukup azab dimana dulunya jembatan dan jalannya buruk dan cukup memprihatinkan.”
“Saat ini ternyata sudah bagus, aura untuk maju sudah kelihatan dan dengan hadirnya jembatan ini menjadi penyatu dua masyarakat desa," ujar Irwan
Bupati irwan berharap dengan dibangunnya jembatan itu tidak ada lagi kecemburuan antar desa.
"Kalau dulu seakan ada kesan anak tiri, sekarang sudah tidak ada jarak dan pemisah dan dengan adanya fasilitas ini masyarakat jadi kompak antara Sungai Tohor dan Sungai Tohor Barat menjadi sungai Tohor Raya," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengajak warga untuk sama-sama merawat jembatan, sehingga bisa digunakan dalam kurun waktu yang lama.
"Saat ini pembangunannya sudah dirasakan tinggal lagi bagaimana kita menjaga dan merawat fasilitas ini," ungkapnya.
Dia juga berharap jalan poros menuju Kepau Baru dan lanjutan pembangunan jalan poros Nipah Sendanu menuju Tanjung Sari bisa selesai.
"Jika sudah selesai maka Tebingtinggi Timur akan merdeka, apalagi listrik sudah bisa menyala dan ini menjadi kenangan, kado akhir masa jabatan saya," ujar Bupati Irwan.
Dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan penandatanganan MoU kerjasama pengolahan produk sagu dan turunannya di Sentra Industri Sagu Terpadu di Sungai Tohor.
Kemudian akan ditindaklanjuti lintas OPD diantaranya Disdagperinkop UKM dengan Koperasi Produsen Sentra Sagu Terpadu.