Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Kenapa Harga Premium Tidak Turun di September?

Kenapa Harga Premium Tidak Turun di September?

Senin, 07 Sep 2015 19:35
JAKARTA - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM tidak mengevaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan September. Tercatat harga BBM jenis Premium dan Solar tidak mengalami perubahan alias tidak naik dan turun.

Namun, tetapnya harga BBM membuat masyarakat bertanya-tanya di tengah harga minyak dunia yang anjlok, seharusnya harga BBM turun. Padahal, harga BBM mengikuti harga keekonomian di pasar.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, penentuan harga BBM jenis Premium dan Solar dilihat dari dampak psikologis kepada masyarakat, meskipun pemerintah sudah melepas harga BBM ke harga keekonomian, sehingga mengikuti pasar. Namun, jika harga BBM benar-benar dilepas menjadi harga keekonomian akan terjadi gejolak di masyarakat.

"Ini adalah pola harga minyak sepanjang 2005-2015 (naik-turun). Artinya kalau pemerintah tetapkan harga minyak ke harga pasar, maka gejolaknya akan seperti itu. Bisa dibayangkan bagaimana keekonomian kita," tegas Wiratmaja di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Wiratmaja menambahkan, pemerintah dan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah berkomunikasi mengenai penentuan harga BBM, yakni dievaluasi selama tiga hingga enam bulan sekali.

"Intinya bagaimana harga yang loncat-loncatan ini bisa lebih landai lebih halus. Agar ekonomi bisa diberi kesempatan untuk tumbuh dengan baik," imbuhnya.

Menurut Wiratmaja, jika harga BBM jenis Premium dan Solar benar-benar dilepas ke harga pasar, maka akan terjadi perubahan harga yang sangat cepat. Hal ini mengacu kepada pergerakan harga minyak yang tiba-tiba berubah.

"Kalau rekan-rekan lihat beberapa minggu terakhir, harga cukup drastis turun, namun 4-5 hari kemudian bisa tiba-tiba loncat naik. Kalau kita mengikuti harga itu maka gejolak akan tinggi sekali. maka evaluasinya 3-6 bulan," terangnya.

Wiratmaja mengungkapkan, kalau dihitung secara harian, maka akan ada selisih (keuntungan) bagi Pertamina. Namun, keuntungan tersebut juga digunakan dalam rencana dana stabilisasi BBM.

"Kalau deltanya dihitung harian memang seakan akan Pertamina mengambil keuntungan tapi gunanya untuk melandaikan, ditambah ide dari menteri ke depan kita harus memiliki dana stabilisasi BBM," tukasnya.

(okezone
Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 08:33

    IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

     Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.