Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Penutupan Rupiah 14 Agustus: Menguat Tajam 87 Poin

Ekonomi,

Penutupan Rupiah 14 Agustus: Menguat Tajam 87 Poin

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 14 Agu 2025 16:56
Berita satu.com
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pesat pada Kamis (14/8/2025). Penguatan tersebut terjadi di tengah menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Rupiah hari ini ditutup menguat pesat sebesar 87 poin atau 0,54% ke Rp 16.115. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,03% menjadi 97,86. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup melonjak tajam sebesar 87,5 poin atau 0,54% ke Rp 16.202 per dolar AS kemarin.

Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan data inflasi AS terbaru memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan moneternya di bulan September.

Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS terbaru menunjukkan bahwa inflasi utama bulanan di bulan Juli meningkat sesuai dengan yang perkiraan sementara tingkat inflasi tahunan sedikit menurun di bawah ekspektasi.

“Inflasi yang ringan, dikombinasikan dengan tanda-tanda pasar tenaga kerja yang mendingin, memperkuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga pada bulan September,” ungkap Ibrahim, Kamis (14/8/2025).

Kini, CME FedWatch Tool memperkirakan probabilitas di atas 95% atas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Ibrahim menambahkan, para pedagang mengamati dengan saksama pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage pada hari Jumat, akan menyebabkan pelonggaran sanksi minyak mentah Rusia dan bahkan dapat mengakibatkan tindakan lebih lanjut terhadap pembeli.

Trump pada hari Rabu (13/8/2025) mengancam ‘konsekuensi berat’ jika Putin tidak menyetujui perdamaian di Ukraina. Trump tidak merinci apa konsekuensinya, tetapi ia telah memperingatkan sanksi ekonomi jika pertemuan di Alaska pada hari Jumat tidak membuahkan hasil.

Trump telah mengancam akan memberlakukan tarif sekunder pada pembeli minyak mentah Rusia, terutama China dan India, jika Rusia melanjutkan perangnya di Ukraina.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Apr 2026 13:13

    Wujud Syukur, PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap Duri

    BENGKALIS - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran reaktivasi kanal pencegah banjir sepanjang

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:18

    Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri

    SURABAYA " Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan k

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:15

    Contoh Surat Tugas Pengawas TKA 2026 Lengkap dengan Penjelasannya

    JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang akhir pendidikan. Pelaksanaannya dilakuka

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:09

    Salah Bantal Bikin Leher Kaku? Ini Cara Aman untuk Mengatasinya

    BANYAK orang pernah mengalami kondisi bangun tidur dengan leher terasa kaku atau nyeri. Hal ini pun sering dikaitkan dengan salah bantal.Meski terdengar sepele, kondisi salah banta

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:05

    Apakah Pegal-Pegal Setelah Padel atau Olahraga Lain Wajar? Ini Kata Dokter

    BANYAK orang kerap merasakan pegal setelah main padel atau menjalani olahraga lainnya. Biasanya rasa pegal tak langsung timbul setelah bermain.Beberapa orang biasanya baru mer

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.