Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Penutupan Rupiah 14 Agustus: Menguat Tajam 87 Poin

Ekonomi,

Penutupan Rupiah 14 Agustus: Menguat Tajam 87 Poin

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 14 Agu 2025 16:56
Berita satu.com
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pesat pada Kamis (14/8/2025). Penguatan tersebut terjadi di tengah menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Rupiah hari ini ditutup menguat pesat sebesar 87 poin atau 0,54% ke Rp 16.115. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,03% menjadi 97,86. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup melonjak tajam sebesar 87,5 poin atau 0,54% ke Rp 16.202 per dolar AS kemarin.

Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan data inflasi AS terbaru memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan moneternya di bulan September.

Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS terbaru menunjukkan bahwa inflasi utama bulanan di bulan Juli meningkat sesuai dengan yang perkiraan sementara tingkat inflasi tahunan sedikit menurun di bawah ekspektasi.

“Inflasi yang ringan, dikombinasikan dengan tanda-tanda pasar tenaga kerja yang mendingin, memperkuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga pada bulan September,” ungkap Ibrahim, Kamis (14/8/2025).

Kini, CME FedWatch Tool memperkirakan probabilitas di atas 95% atas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Ibrahim menambahkan, para pedagang mengamati dengan saksama pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage pada hari Jumat, akan menyebabkan pelonggaran sanksi minyak mentah Rusia dan bahkan dapat mengakibatkan tindakan lebih lanjut terhadap pembeli.

Trump pada hari Rabu (13/8/2025) mengancam ‘konsekuensi berat’ jika Putin tidak menyetujui perdamaian di Ukraina. Trump tidak merinci apa konsekuensinya, tetapi ia telah memperingatkan sanksi ekonomi jika pertemuan di Alaska pada hari Jumat tidak membuahkan hasil.

Trump telah mengancam akan memberlakukan tarif sekunder pada pembeli minyak mentah Rusia, terutama China dan India, jika Rusia melanjutkan perangnya di Ukraina.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:24

    Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan

    Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:06

    Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,

    PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:50

    Blak-blakan Dirut Pertamina Ungkap Alasan Penyesuaian Harga Pertamax, Pastikan BBM Subsidi Tak Naik

    Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan. Hal ini dikatakan untuk memberikan kepastian mengenai nasi

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:46

    Kasus Pencurian Ringan dan Revisi KTP Selesai Cepat Lewat Sidang Keliling di Kandis Siak

    SIAK - Sebanyak delapan perkara hukum berhasil diselesaikan dalam satu hari melalui program sidang keliling yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Siak. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Camat Kand

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.