Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Sinyal Positif Ketahanan Pangan, Produksi Padi Riau 2025 Meningkat

Berita

Sinyal Positif Ketahanan Pangan, Produksi Padi Riau 2025 Meningkat

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Feb 2026 09:14
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Sektor pertanian di Provinsi Riau menunjukkan performa gemilang sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat adanya tren positif pada luas panen, produksi padi, hingga ketersediaan beras untuk konsumsi masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Riau, Fitri Hariyanti, mengungkapkan, luas panen padi di Bumi Lancang Kuning sepanjang Januari hingga Desember 2025 menembus angka 59,50 ribu hektare. Jumlah ini tumbuh sekitar 5,46 persen atau naik 3,08 ribu hektare jika disandingkan dengan capaian tahun 2024.

"Luas panen padi pada 2025 mencapai 59,50 ribu hektare. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), puncak panen terjadi pada bulan Maret dengan luas mencapai 10,98 ribu hektare," ujar Fitri Hariyanti, Senin (2/2/2026).

Sejalan dengan bertambahnya lahan yang dipanen, volume produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) juga ikut terkerek naik. Total produksi padi selama setahun penuh pada 2025 tercatat sebanyak 232,07 ribu ton GKG, meningkat 10,02 ribu ton dari tahun sebelumnya.

Fitri merincikan bahwa Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Rokan Hulu menjadi tiga wilayah penyumbang produksi padi terbesar di Riau. Selain itu, lonjakan produksi yang cukup signifikan juga terlihat di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Dumai. Meski demikian, penurunan produksi masih terjadi di beberapa titik, salah satunya di Kota Pekanbaru.

"Produksi padi pada 2025 mengalami peningkatan 4,51 persen. Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, totalnya mencapai 133,19 ribu ton," jelasnya.

BPS memproyeksikan tren kenaikan ini akan terus berlanjut pada awal tahun 2026. Potensi luas panen pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mampu mencapai 22,87 ribu hektare, atau naik sekitar 5,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan produktivitas ini dinilai menjadi angin segar bagi ketahanan pangan daerah. Dengan ketersediaan stok yang lebih baik, Riau diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mencukupi kebutuhan pangan penduduk secara mandiri di tengah tantangan ekonomi global. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.