Jumat, 29 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Utang Jumbo Kereta Cepat Whoosh bak Bom Waktu, KCIC Harus Bayar Bunga Rp2 Triliun per Tahun ke China

Ekonomi,

Utang Jumbo Kereta Cepat Whoosh bak Bom Waktu, KCIC Harus Bayar Bunga Rp2 Triliun per Tahun ke China

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 23 Agu 2025 15:43
okezone.com
Beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau whoosh telah membengkak hingga USD7,2 miliar atau setara Rp116 triliun.

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Toto Pranoto mengatakan, komposisi utang tersebut sekitar 75 persen merupakan pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan suku bunga sekitar 3,5-4 persen. Hal ini membuat konsorsium PT KCIC yang mayoritas dipegang oleh PT KAI perlu membayar bunga utangnya saja sekitar Rp2 triliun per tahun.

"Kalau kita melihat total biaya investasi awal ditambah cost overrun itu kan hampir USD7,2 miliar (utang KCJB). Bahkan utang yang 75 persen dari CDB itu dengan bunga 3,5 sampai 4 persen, mereka (KCIC) harus bayar bunganya saja mungkin Rp2 triliun ya," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (23/8/2025).

Belum lagi, Toto juga menyoroti pembukuan kerugian PT KCIC yang praktis membebani PT KAI sebagai pemilik mayoritas konsorsium tersebut.

Tercatat, perusahaan itu masih menelan kerugian sebesar Rp1,6 triliun pada semester I 2025. Jumlah ini menyusut jika dibandingkan dengan semester I 2024 sebesar Rp2,3 triliun.

Menurutnya, beban utang yang cukup besar itu tidak akan mampu ditutup jika mengandalkan pendapatan dari penjualan tiket semata. Mengingat, saat ini okupansi harian Whoosh juga masih berada di bawah skenario moderat yaitu 60 persen.

"Jadi tidak mungkin juga pendapatan Whoosh dalam setahun itu bisa menutup itu. Sehingga memang di luar jangkauan PT KAI sebagai lead konsorsium," tambahnya.

Toto mendukung langkah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terkait rencana membenahi utang atau beban PT KAI atas proyek kereta cepat. Sebab hal tersebut akan berdampak buruk terhadap layanan hingga pembukuan PT KAI ke depannya jika harus menanggung beban utang Kereta Cepat.

"Jadi kalau nanti sebagian utang itu kemudian diambil alih Danantara kan otomatis sebagai operator bisnis Kereta Api Indonesia akan memiliki struktur keuangan yang jauh lebih sehat," tambahnya.

Dia menilai, Danantara bisa punya ruang gerak yang lebih luas terkait penyehatan utang kereta cepat. Terutama kaitannya dalam pengembangan kawasan, atau pemanfaatan aset-aset lahan whoosh. Sehingga tidak sekedar mengandalkan pendapatan organik dari okupansi penumpang.

"Pengembangan kawasan otomatis iya (penambahan investasi Danantara) kan misalnya juga beberapa (perusahaan) yang masuk dalam konsorsium KCIC itu juga kan sudah punya akses. Misal ada WIKA, dia punya konsesi pengembangan TOD di Halim misalnya, dan lainnya," kata Toto.

"Itu kan bisa mulai dari jaringan properti atau pusat-pusat kawasan industri, atau apapun lah, sehingga Whoosh ini bisa mengenerate income lebih banyak, bukan sekadar lintasan yang kemudian tidak bisa dimanfaatkan," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI, yang membidangi perdagangan dan BUMN, di Jakarta, Rabu (20/8), Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengusulkan restrukturisasi proyek Whoosh.

“Kami dalami juga masalah KCIC, memang ini bom waktu. Kami akan koordinasi dengan Danantara untuk penyelesaian KCIC ini, selanjutnya untuk perbaikan dan restrukturisasi dari portofolio-portofolio yang ada,” ucap Bobby.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 29 Mei 2026 16:42

    Drone Rusia Hantam Apartemen di Negara Anggota NATO, Lukai 2 Orang

    GALATI-Sebuah drone milik Rusia menghantam kota di tenggara Rumania selama serangan pada Kamis (28/5/2026) malam terhadap Ukraina, menurut keterangan dari Bukares. Ini adalah pertama kalinya dalam per

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:19

    PTPN IV-LAM Riau Perkuat Sinergi Berbagi Keberkahan Hari Raya Kurban

    PEKANBARU-PTPN IV Regional III memperkuat sinergi sosial bersama Lembaga Adat Melayu Riau melalui penyaluran bantuan hewan kurban dan dukungan kegiatan sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijria

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:14

    Harga Minyakita di Pekanbaru Masih di Atas HET, Wako Pekanbaru Siapkan Langkah Antisipasi

    PEKANBARU-Harga Minyakita di sejumlah pasar di Pekanbaru masih terbilang tinggi mencapai Rp 20.000 per liter.Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di pasaran hanya Rp 15.700 per liter.Walikot

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:07

    Ibu Angkat Tidak Mau Damai, Sang Anak Mendekam di Penjara Usai Curi Duit Rp 80 Juta

    PASIR PENGARAIAN - A.F alias A harus merasakan dinginnya jeruji penjara atas perbuatannya yang mencuri uang orangtua angkatnya. Sang orangtua angkat tidak mau berdamai dalam kasus ini."Kasusnya jalan.

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:00

    Sakit Hati Dimarahi Saat Cari Barang Bekas, Remaja di Bengkalis Bakar Rumah Warga, 2 Orang Tewas.

    BENGKALIS-Karena sakit hati dimarahi pemilik rumah, remaja di Kecamatan Bukit Batu nekat membakar rumah semi permanen di Desa Batang Duku kecamatan Bukit Batu Bengkalis, Rabu (27/5) dini hari lalu.Aki

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.