Dugaan Korupsi Dana Beasiswa S1-S3
Bara-Api Desak Polda Riau Tangkap Kadisdikpora Rohul
Laporan : Fahrin Waruwu
Jumat, 25 Des 2015 17:34
Informasi disampaikan, Ketua Koordinator Barisan Rakyat Anti Korupsi (BARA-API) Provinsi Riau, Miswan, jumat kepada awak media melalui via selulernya jumat (25/12).
Katanya, sudah mendengar kalau Kadisdikpora Rohul Muhammad Zen, sudah disidik pihak Polda Riau dan meminta supaya segera menangkap pejabat yang satu ini dan menyampaikan kepada publik.
"Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah aktif dalam memberantas korupsi di Rohul, dan di harap menyampaikannya kepada publik, jangan ditutup-tutupi," tuturnya.
Terang Miswan, kalau pejabat ini, bisa dilihat gaya hidupnya, semua anak-anaknya memakai mobil mewah, kemudian rumahnya di Kota Pekanbaru, terus rumahnya di Kota Pasir Panngarain-Rohul, jika dibandingkan dengan beberapa sekolah di Tambusai Utara dan Bonai Darussalam pejabat ini sepertinya tak punya akal dan fikiran.
"Kami minta aparat hukum juga mengaudit rumah pejabat ini, karena dinilai sangat tidak layak dengan kondisi rumah seperti itu, kami cukup bangga dengan pihak Polda Riau, karena pada Bulan November 2015 lalu sudah menyidik Muhammad Zen, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dijebloskan ke dalam penjara," tegas Miswan.
Jelasnya, dugaan korupsi dana hibah itu sudah masuk dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPKRI) tahun 2013 lalu. "Anggaran tersebut, ditampung sekitar Rp 9 Miliar lebih, dalam keterangan BPKRI tersebut, kalau penggunaan anggarannya, diduga tidak tepat sasaran atau di salahgunakan, seperti pemberian hibah beasiswa kepada mahasiswa S1, S2 dan S3, seharusnya melalaui bantuan sosialnya, bukan melalui belanja hibah," tuturnya.
Lebih lanjut, diterangkan Miswan termasuk pembuatan tugas akhir mahasiswa diperkirakan sekitar Rp 1,5 M, diduga juga bermasalah, untuk diminta kepada Kajati Provinsi Riau, supaya segera menyeret tiga pejabat ini. "Terima kasih pak polisi selama ini pejabat yang satu ini seolah-olah tidak bisa tersentuh hukum, karena diduga dekat dan famili Bupati Rohul Achmad," bebernya.
Saat awak media ini meminta konfirmasi ke Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryotejo melalui via selulernya, aktif tidak di angkat di SMS juga tidak dibalas, sehingga bisa dinilai sepertinya dugaan kasus ini, sengaja ditutup-tutupi kepada publik.
Di jam yang berbeda, Kadisdikpora Rohul M.Zen yang di konfirnasi Jumat (25/12) jam 15.35 sore HPnya aktif, namun sayangnya tidak di anggkat di SMS izin kralifikasi berita LSM Bara-Api yang menyebut Polda Riau sudah menetapkannya sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi dana beasiswa pada pendidikan S1,S2 dan S3 dasar temuan BPK Tahun 2013 yang lalu, juga penjabat di Disdikpora ini tidak membalas SMS awak media.(Fah)
Hukrim
Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal
Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta
Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye
Wujud Kehadiran Polri, Satlantas Polres Inhu Gelar Bakti Religi
RENGAT-Sebagai wujud nyata kehadiran Polri ditengah masyarakat untuk kepentingan semua elemen yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, Polri melalui jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polr
Belasan Ribu Massa di Jember Dukung Program Strategis Prabowo, Minta MBG Tetap Dilanjutkan
Jakarta - Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi di depan Kantor DPRD Jember, Sabtu (20/6/2026). Massa yang diklaim mencapai sekitar 11 ribu orang itu men
Trump: Minyak Habis dalam 4 Pekan Jika Hormuz Ditutup
Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan cadangan minyak dunia berpotensi habis dalam waktu sekitar empat minggu apabila Selat Hormuz tetap ditutup. Menurutnya, pembu