Rabu, 29 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Belajar dari internet, 2 pemuda di Pekanbaru produksi 75 kg sabu

Belajar dari internet, 2 pemuda di Pekanbaru produksi 75 kg sabu

Sabtu, 27 Feb 2016 08:13
Merdeka.com
Ilustrasi
Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru meringkus dua pemuda inisial MS (28) dan RA (25), yang diduga terlibat dalam produksi narkotika jenis sabu. Mereka digerebek Kamis (25/02) malam di Jalan Sumber Sari, Gang Atom, RT 04/RW 06, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, kota Pekanbaru.

"Tersangka MS dan RA mengaku meracik sabu-sabu di rumah itu dengan cara belajar melalui internet," ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Aries Syarief Hidayat Sik MM didampingi Kasat Reserse Narkoba, Kompol Iwan Lesmana Riza SH, Jumat (26/2).

Setelah belajar dari internet, kedua tersangka kemudian mencoba untuk meracik sendiri dengan membeli peralatan dari apotik. Polisi pun menyelidiki apakah apotik itu tahu peralatan yang dibelinya untuk memproduksi sabu-sabu.

"Pihak apotik akan kita selidiki, apakah ada dugaan keterlibatannya atau tidak. Sebab dari hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengaku membeli semua peralatan produksi sabu itu dari apotik," kata Aries.

Sedangkan untuk bahan kimia, dijadikan bahan campuran sabu-sabu yang diracik kedua pelaku, mereka mendapatkannya dari daerah Sumatera Barat dan di beberapa toko yang ada didalam kota Pekanbaru.

"Tersangka MS dan RA mengaku sudah menjual sabu kurang lebih setengah kilogram, yang di edarkan di dalam kota Pekanbaru," terang Aries.

Namun, masih ada sisa-sisa sabu yang diracik dalam bentuk cairan belum sempat diedarkan ke pasaran. Sebab, bisnis mereka terlebih dahulu diketahui polisi.

"Dari barang bukti berupa bahan pembuat sabu yang kami di lokasi penggerebekan, cairan itu dapat menghasilkan lebih kurang 75 Kg sabu-sabu," kata Aries.

Dijelaskan Aries, dalam sehari kedua tersangka bisa memproduksi sabu itu sebanyak 3 Kg jika sudah dikristalkan. "Mereka menjalani bisnis ini sudah 2 bulan, menghasilkan 75 kg sabu masih dalam bentuk cairan," kata dia.

Saat ini, polisi mengaku masih melacak dan memburu para pelaku lainnya, yang diduga ikut serta membantu dalam memproduksi sabu tersebut.

"Kedua pelaku tersebut merupakan jaringan antar kabupaten dan propinsi, ini yang masih kita selidiki," pungkas Aries(merdeka.com)

Berita Terkait
  • Rabu, 29 Jul 2026 09:07

    Atasi Banjir, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp100 Miliar Bangun Drainase

    PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru menetapkan penanganan banjir di sejumlah kawasan rawan sebagai program prioritas pada tahun 2026. Guna merealisasikan hal tersebut, pemerintah daerah tel

  • Rabu, 29 Jul 2026 09:05

    Evaluasi Haji 2026, Pemprov Riau Fokus Tingkatkan Layanan Transportasi dan Konsumsi

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berupaya memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Melalui evaluasi operasional menyeluruh, p

  • Rabu, 29 Jul 2026 08:52

    Jalan Teratai Pekanbaru Segera Diaspal, Ratusan Pedagang Diminta Segera Relokasi

    PEKANBARU - Ratusan pedagang yang menggelar lapak di sepanjang Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan, harus segera memindahkan lokasi dagangannya. Tim Yustisi Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru telah mel

  • Rabu, 29 Jul 2026 08:50

    Bantuan Tenda CSR Bank Riau Kepri Syariah Pangkas Biaya Operasional UMKM Rokan Hilir

    ROKAN HILIR - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Rokan Hilir kini tak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa tenda setiap kali mengikuti pameran. Beban operasional

  • Rabu, 29 Jul 2026 08:47

    Dari Kabupaten ke Provinsi, Jejak Perlawanan Tenang Terhadap Ketimpangan Anggaran

    Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan bagian ketiga dari lima tulisan berseri liputan Jejak Langkah Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari daerah pemilihan R

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki