Sabtu, 09 Mei 2026
Cerita Petugas Keamanan Usai Polisi Gerebek Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, Lantai 20 dan 21 WNA Semua
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 09 Mei 2026 15:05
Menurutnya, aktivitas di dua lantai tersebut sudah lama menimbulkan kecurigaan petugas keamanan.
Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggerebek sebuah perkantoran di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower yang diduga menjadi pusat aktivitas jaringan judi online internasional. Penggerebekan itu mengungkap sejumlah fakta mencurigakan terkait aktivitas operasional di lantai 20 dan 21 gedung tersebut yang selama ini disebut tertutup dan dipenuhi pekerja warga negara asing.
Tono (bukan nama sebenarnya), salah satu petugas keamanan tenant di gedung tersebut, mengatakan Hayam Wuruk Plaza Tower memiliki total 21 lantai. Namun aktivitas yang kini diduga berkaitan dengan jaringan judi online hanya terpusat di lantai 20 dan 21.
“Lantainya sampai 21. Tapi khusus untuk kasus ini, hanya di lantai 20 sampai 21 saja,” kata Tono saat ditemui di lokasi, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, aktivitas di dua lantai tersebut sudah lama menimbulkan kecurigaan petugas keamanan. Pasalnya, tidak ada identitas tenant atau penyewa yang tercantum dalam daftar informasi gedung.
“Iya, kalau di keterangan mapping-nya ya, itu lantai 20 dan 21 enggak ada keterangan tenant (penyewa) apa, sedangkan di lantai-lantai lain itu ada keterangannya,” katanya.
Seluruh Pekerja Disebut Warga Negara Asing
Tono mengungkapkan aktivitas di dalam gedung berlangsung hampir tanpa henti dengan sistem kerja bergiliran atau shift. Ia menyebut para pekerja yang beroperasi di lantai tersebut seluruhnya merupakan warga negara asing (WNA), mayoritas berasal dari China dan Vietnam.
“Kalau untuk aktivitas itu, mereka kan sistemnya per shift ya. Jadi kalau misalnya siang itu, untuk makan siang mereka turunnya bergerombolan. Terus kalau aktivitas malam juga sama, mereka per shift datang langsung bergerombolan, ramai sih ya,” ungkap Tono.
“Untuk semua karyawannya itu, semuanya WNA. Termasuk yang lebih spesifiknya itu dari China sama Vietnam yang kita tahu ya. Tapi ternyata ada beberapa juga dari negara lain,” ujarnya.
Aktivitas Memuncak Tengah Malam
Menurut Tono, aktivitas pekerja justru semakin ramai pada malam hingga dini hari. Bahkan akses parkir gedung dibuka selama 24 jam untuk mendukung mobilitas para pekerja.
“Malam itu kalau paling ramai-ramainya kadang jam 10 itu sudah ramai datang per shift, tapi lebih ramai lagi jam 12 malam. Sampai-sampai kita itu akses untuk parkir dibuka 24 jam khusus untuk pekerja itu,” jelasnya.
Meski sudah lama menaruh curiga terhadap aktivitas di lantai 20 dan 21, Tono mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan pasti terkait operasional tenant misterius tersebut.
“Sebenarnya sih kita juga sudah curiga sudah lama ya. Kita juga sudah tanya-tanya, kegiatannya apa sih di lantai itu? Tapi kita enggak pernah nemu jawaban juga. Makanya pas tahu kejadian seperti ini, kaget juga,” katanya.
Ia juga menyebut sempat ada upaya pelaporan ke pihak kepolisian melalui layanan darurat 110 yang dilakukan rekannya karena aktivitas di lokasi dinilai mencurigakan.
“Kalau untuk warga kita kurang tahu ya, tapi kemarin sempat ada teman saya yang iseng, ibaratnya iseng telepon ke 110 untuk mencoba pelaporan gitu kan. Tapi itu teman saya yang melakukan, saya juga baru tahu sekarang,(merdeka.com).
Sumber: https://www.merdeka.com/trending/cerita-petugas-keamanan-usai-polisi-gerebek-judi-online-internasional-di-hayam-wuruk-lantai-20-dan-21-wna-semua-571234-mvk.html?page=3
komentar Pembaca