Curi Tempe Warga, Pegawai Satpol PP Siak Dipolisikan
Laporan : Sahril Ramadhana
Jumat, 04 Des 2015 20:49
Informasi yang dirangkum di lapangan, korban pencurian adalah Totok, seorang pembuat tempe dan pedagang yang kesehariannya menjual mengedarkan tempe ke pedagang pasar. Kamis pagi (3/12) sekitar pukul 05.00 wib, Totok hendak pergi ke pasar, naas setelah ke luar rumah barang dagangannya satu keranjang tempe hilang.
"Ketahuannya gini, pedangang pasar menghubungi Totok, bertanya kenapa tidak mengantarkan tempe, kok malah ada orang lain yang ngantar?, dijelaskan ciri-ciri orang yang jual tempe itu dan tempat kerjanya pada Totok. Mendapat informasi itu, masyarakat tidak terima dan langsung mendatangi kantor satpol PP," terang Iwan warga setempat.
Suryadi tidak bisa mengelak, pasalnya keranjang yang dibawa saat menjual tempe sama persis dengan keranjang milik Totok. Akhirnya ia mengakui perbuatannya.
"Ketahuannya dari keranjang, itu milik Totok. Suryadi juga mengakui dia yang mencuri," imbuh warga Langkai ini.
Lebih jauh Iwan mengatakan dalam 3 bulan terakhir masyarakat banyak menjadi korban pencurian, banyak pihak menuding semua pencurian yang terjadi akhir-akhir ini pelakunya oknum honorer satpol PP itu. Sehingga tidak bisa memaafkan perbuatan pelaku.
Penghulu Kampung Langkai Agus membenarkan adanya kejadian itu. Banyaknya keluhan masyarakat membuat ia bersikap tegas, mengantarkan tersangka ke Mapolsek Siak untuk diadili sesuai hukum yang berlaku.
"Saya tidak berani menyelesaikan masalah ini di Kampung, lebih baik kami serahkan ke Polisi, demi ketenangan dan kenyamanan masyarakat," kata Agus.
Agus juga membenarkan bahwa oknum honorer satpol PP itu mengakui perbuatannya mencuri satu keranjang tempe. "Satu keranjang rotan, masyarakat mengenali keranjang itu milik Totok," terang Penghulu Langkai Agus.
Kapolsek Siak Kompol Ahmad Rozali membenarkan adanya laporan tersebut, setelah melalui proses mediasi akhirnya terjadi perdamaian. Sehingga oknum satpol PP tersebut bebas dari jeratan hukum.
"Kita mediasi di humas saja, semuanya sepakat damai, tadi juga ada Penghulu Langkai yang bertanggung jawab siap melakukan pembinaan," kata Kompol Ahmad Rozali.
Kapolsek membenarkan bahwa pelaku mengakui perbuatannya mencuri tempe dan menjual ke pasar. "Benar, banyak masyarakat yang menyampaikan beberapa waktu terakhir banyak pencurian, namun tidak serta merta itu bisa dituduhkan sama oknum ini," pungks Ahmad Rozali. (Ril)
Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong
Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P
Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia
Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me
Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan
Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar
Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,
PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg
KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag