Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Hati-hati, Marak Penipuan Mengatasnamakan Kementerian Perikanan dan Kelautan, Ini Modusnya

Hati-hati, Marak Penipuan Mengatasnamakan Kementerian Perikanan dan Kelautan, Ini Modusnya

Sabtu, 29 Agu 2015 17:01
Drs Askandar
SELATPANJANG-Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs Askandar, mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati kalau ada janji bantuan. Pasalnya, saat ini marak penipuan mengatasnamakan Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Hal itu sebagaimana disampaikan Askandar, Sabtu (29/8/2015) siang. Kata Askandar, belum lama ini ada salah satu Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Belitung Merbau yang dihubungi orang tidak dikenal.

Dari pembicaraan itu, tambah Askandar lagi, si penelepon mengatakan bahwa kelompok tersebut akan mendapat bantuan Kapal Inkamina (kapasitas lebih 30 ton). Namun, untuk dapat mengambil bantuan yang katanya dari kementerian itu, kelompok usaha bersama harus menyelesaikan administrasi.

Penyelesaian administrasi itu berupa pembayaran yang besarannya bervariasi antara Rp10 juta hingga Rp20 juta.

Beruntung, kelompok usaha bersama ini langsung mendatangi Diskanlut Meranti untuk menanyakan kebenaran tentang informasi bantuan tersebut.

Penipuan ini sangat disayangkan Disluntkan Meranti. Untuk itu, Drs Askandar mengimbau kepada Kube maupun masyarakat Meranti pada umumnya, agar setiap ada penawaran bantuan dari pemerintah, jika dipungut biaya adalah penipuan. "Kalau bantuan dari Pemerintah tidak ada dipungut biaya. Kalau ada setoran itu penipuan. Hati-hati," ujarnya.

Askandar juga mengatakan, besar kemungkinan orang yang melakukan penipuan adalah orang kenal dekat. Sebab, mereka bisa mengetahui nomor Kube maupun nama-nama pengurus Kube. Aksi penipuan ini sinkron dengan program pusat, dimana pusat akan banyak membangun atau membantu masyarakat di perbatasan atau maritim.

"Kalau ada yang menawar bantuan dengan membayar biaya administrasi. Jangan dilayan, atau laporkan saja ke polisi," ujar Askandar lagi.(grc)
Hukrim
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.