Selasa, 28 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Kecamatan Kemuning yang di usulkan Calon Ibu Kota Pemekaran Insel Terancam Bermasalah

Kecamatan Kemuning yang di usulkan Calon Ibu Kota Pemekaran Insel Terancam Bermasalah

Laporan : Aditya Prahara
Minggu, 13 Sep 2015 14:16
net
Ilustrasi
TEMBILAHAN - Kecamatan Kemuning sebagai calon ibu kota sementara, terkait pemekaran daerah otonomi baru, Indragiri Selatan dinilai akan memicu konflik dan menjadi hambatan serius terhadap terwujudnya pemekaran.

Pasalnya, dua dari enam kecamatan yakni, Kecamatan Enok dan Kecamatan Tanah Merah menyatakan keberatan atas penetapan sementara Kecamatan Kemuning sebagai calon ibu kota. Bahkan, dokumen penolakan sudah dilayangkan oleh BPD dari dua kecamatan tersebut selaku penampung aspirasi masyarakat setempat, langsung kepada Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy yang melaksanakan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Inhil, beberapa bulan lalu,

Sayangnya, dukomen penolakan yang diberikan sebagai bahan pertimbangan, hingga sampai saat ini tak kunjung ditindaklanjuti.

Hal ini lah yang dikhawatirkan akan menjadi batu sandungan yang serius dalam proses pemekaran Insel nantinya. Karena berdasarkan masukan yang disampaikan oleh Kementrian Dalam Negeri menyebutkan, usulan pemekaran tidak akan diterima jika ada terjadi konflik.

"Apa yang disampaikan oleh Kemendagri sudah jelas, maka dari itu, penetapan calon ibu kota harus didudukkan bersama enam kecamatan. Selama ini masyarakat Kecamatan Enok dan Tanah Merah taunya Kecamatan Kemuning yang diusulkan menjadi Ibu Kota. Padahal, dokumen penolakan sudah disampaikan kepada Lukman Edy, Wakil Ketua Komisi II DPR RI untuk menengahi persoalan ini agar kemungkinan konflik tidak terjadi. Tapi sampai sekarang ini tindak lanjutnya tidak ada. Khawatirnya ini malah akan menjadi masalah," ungkap Edy Hariyanto Sindrang, tokoh masyarakat setempat, Jumat (11/9).

Oleh karena itu, Edy yang juga merupakan anggota DPRD Inhil dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ini menyarankan, agar pengajuan penolakan tersebut dapat ditindaklanjuti, dengan menggelar kembali musyawarah dari semua tokoh masyarakat di enam kecamatan Insel. Sehingga proses dan perjuangan pemekaran Kabupaten Insel tidak hanya didominasi serta berdasarkan kepentingan sejumlah elit saja.

"Kita tidak mempermasalahkan dimana saja ibukotanya, tapi yang harus dipertimbangkan adalah rentang kendali dan menjadi kesepakatan bersama di 6 kecamatan. Bayangk jika Kecamatan Kemuning manjadi Ibu Kota, setiap urusan menjadi terlambat karena jarak tempuh sangat jauh, yang mencapai 4 jam lebih. Sementara jika dibandingkan dengan jarak dua kecamatan itu ke Ibu Kota Tembilahan tak sampai memakan waktu satu jam. Jadi ini perlu dipertimbangkan kembali dan jangan ada unsur politik dan kepentingan elit dalam proses pemekaran ini, melainkan ada keterlibatan di tingkat bawah," sebut Edy.

Dijelaskan Edi, hal ini perlu dilakukan dan menjadi perhatian serius guna mencegah dan mengantisipasi timbulnya keresahan di kalangan masyarakat, terkait hasil keputusan penetapan calon Ibukota Insel nantinya.

Mirisnya lagi, anggota DPRD inhil dapil 5 di kedua kecamatan juga diduga tidak dilibatkan dalam penetapan ibu kota. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan dikalangan anggota dewan, dan berkesan para wakil rakyat tak dianggap ada. "Kesannya, kamk seperti dianggap wakil rakyat yang ecek-ecek kalau begini kan," katanya lagi.

Lebih lanjut ia menegaskan, jika usulan penolakan penetapan ibu kota kemuning tidak tidak lanjuti, baik itu DPRD Provinsi maupun Komisi II DPR RI, maka dirinya bersama tokoh masyarakat lain, akan memperjuangkan langsung menyerahkannya dokumen penolakan  tersebut  ke Kemendagri.

"Jika tak juga mendapat respon dari Komisi II DPR Ri, maka tidak ada cara lain selain mengajukan langsung penolakan penetapan Kecamatan Kemuning sebagai Ibu Kota sementara ke Kemendagri," tegasnya. (dit)

Hukrim
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Jul 2026 11:30

    Meresahkan, Pengedar Perusak Saraf Sabu di Mandau Diringkus Polisi

    BENGKALISâ€" Penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Kecamatan Mandau meresahkan. Kali ini, Tim Opsnal Polsek Mandau Polres Bengkalis meringkus seorang tersangka pengedar wilayah Duri Barat.Kapolres B

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:52

    Akal Bulus Pengedar Narkoba di Bengkalis, Sabu Dikubur Dalam Tanah di Kebun Sawit

    PEKANBARU - Komplotan pengedar narkoba di Kabupaten Bengkalis, berusaha mengelabui polisi dengan cara yang tak biasa.7 Kg sabu disebar di sejumlah lokasi, mulai dari dikubur di dalam tanah hingga dise

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:44

    Rilis Survei SMRC, Ini Alasan Kepuasan Terhadap Prabowo Berkurang

    JAKARTA - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengalami perubahan signifikan. Hal ini terekam dalam paparan survei Saiful Research and Consulting (SMRC

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:43

    Anggota POM TNI Gugur Tertembak, Bripka R Diperiksa Propam Polda Aceh

    JAKARTA - Pratu Galuh Nugraha, anggota TNI yang berdinas di Polisi Militer Kodam (Pomdam) Iskandar Muda meninggal dunia usai terkena peluru pantulan (rekoset). Insiden ini terjadi saat korban membantu

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:11

    Tegas Larang Dapur MBG Pakai Minyakita dan LPG 3 Kg, Kepala BGN Ancam Tutup Permanen

    JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melarang tegas penggunaan bahan kebutuhan pokok bersubsidi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki