Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Lagi Lahan Diserobot dan Diserang Hama, Petani Sungai Bungus Mengadu ke PWI Inhil

Lagi Lahan Diserobot dan Diserang Hama, Petani Sungai Bungus Mengadu ke PWI Inhil

Laporan : Aditya Prahara
Minggu, 13 Sep 2015 14:20
M.Yusuf
TEMBILAHAN - Lahan diserobot PT Indogreen Jaya Abadi, perwakilan petani Parit Sungai Bungus, Dusun Sungai Batang, Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) mengadu kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Inhil, Sabtu (12/9/15).

Perwakilan petani yang datang tersebut, yakni Bahasyim (57) didampingik Ketua RT 25 Sungai Bungus, Syaperi diterima Ketua PWI Inhil, Muhammad Yusuf dan beberapa wartawan liputan Inhil.

Bahasyim (57), petani Sungai Bungus mengaku lahannya sebanyak 75 baris pohon kelapa ini yang biasanya menghasilkan 15.000 butir kelapa, saat ini hanya tinggal 3.000 butir saja setiap panen.

Bahasyim menceritakan, sejak perusahaan ini beroperasi, mulai lah lahan mereka diserang hama kumbang dan monyet. Saat ini mereka hanya dapat menangisi melihat kerusakan pohon kelapa mereka.

"Banyak yang menangis di bawah pohon kelapa, dan masyarakat mau mengamuk saja. Jangan berlarut-larut penyelesaian masalah ini, karena masyarakat sudah emosi sekarang, kami tak tahu lagi apa yang akan terjadi," cerita Bahasyim saat itu.

Ketua RT Syaperi menjelaskan, saat ini ada 3 parit (Sungai Bungus) dan 1 parit (Sungai Ular) di Dusun Sungai Batang yang habis diserang hama kumbang. Termasuk mereka yang juga lahannya diserobot tanpa adanya ganti kerugian.

"Kami sudah sering menyampaikan keluhan kepada pihak perusahaan, tapi hanya dijanjikan saja, tanpa ada kejelasan sampai saat ini. Saya takut warga hilang kesabarannya," keluhnya.

Petani meminta permasalahan dapat ditindaklanjuti secara tegas oleh Pemkab Inhil, karena keberadaan perusahaan ini sudah menimbulkan kerugian kepada petani setempat.

Ketua PWI Inhil, Muhammad Yusuf mengatakan, selama ini sudah cukuo banyak pengaduan petani di daerah-daerah yang lahannya diserobot dan rusak akibat adanya aktifitas perusahaan sawit.

"Tindakan perusahaan sudah menimbulkan kerugian dan meresahkan petani. Kami mengharapkan Pemkab Inhil dan pihak terkait lainnya dapat menyikapi serius permasalahan ini, jangan sampai permasalahan ini menimbulkan konflik antara perusahaan dan masyarakat petani di lapangan," tegasnya.(dit)

Hukrim
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2026 18:08

    Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan

  • Minggu, 31 Mei 2026 18:06

    Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

    JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.