Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Laporan tak Diterima Rusdawati Maraung dan Berlari Meninggalkan Polres Inhil

Laporan tak Diterima Rusdawati Maraung dan Berlari Meninggalkan Polres Inhil

Laporan: Aditya Prahara
Minggu, 23 Agu 2015 16:45
Aditya Prahara
Rudawati, (38) bersama anaknya saat akan pulang dari Mapolres Inhil.
TEMBILAHAN -  Warga Desa Petalongan KM 10 Kecamatan Keritang Rudawati, (38) menangis meraung histeris sambil berlari menuju parkiran lantaran laporannya tak diterima oleh Polres Inhil.

Kedatangan ibu satu anak ini untuk melaporkan kasus penganiayaan dan pengrusakan yang dilakukan oleh oknum yang di pimpin langsung oleh kepala Desa bersama 20 orang Anak buahnya. Minggu (23/8)

Rusdawati mengaku kecewa karena laporan yang dibuat oleh Sub Sektor Desa Petalongan Polsek Keritang berbeda dengan kenyataan yang terjadi sebenarnya. Kekecewaan Rudawati semakin memuncak saat kedatangannya di Polres Inhil tidak diterima oleh pihak Polres dan diminta untuk kembali merevisi laporanya di sub sektor Polsek Keritang.

"Sampai disini (Polres) laporan saya tidak diterima, saya disuruh lagi melaporkan ke sub sektor,"katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kejadian pengerusakan dan penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis (20/8) lalu sekitar pukul 14.00 wib. Saat itu dia sedang berada dirumah bersama anaknya PN, sementara suaminya saat itu sedang tidak dirumah.

"Ada 20 orang ngamuk dirumah saya, dibanting-banting meja saya, piring, gelas pecah semua dan anak saya pun terluka," ungkapnya.

Akibat pengrusakan dirumahnya tersebut, membuat anaknya yang masih berumur 7 tahun terluka pada bagian muka dan kakinya yang terkena pecahan kaca. "Anak saya trauma, sekarang ketemu orang aja dia takut,"sebutnya.

Saat ditanya apa latar belakang penyerangan yang menyebabkan 20 orang yang dipimpin oleh langsung Oleh kepala Desa Petalongan Kecamatan Keritang  tersebut terjadi, Rusdawati mengaku tidak tau apa sebenarnya motif dari penyerangan tersebut. Namun dia mengungkapkan, saat kepala desa bersama puluhan orang tersebut mendatangi rumahnya, sempat menyinggung persoalan lahan.

"Katanya malasah lahan, saya mana tau kalau masalah lahan, itu suami saya yang tau,"kata dia.

Sementara Kepala SPKT Porles Inhil H. Simarmata saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan tersebut. Namun pihaknya meminta kepada pelapor untuk kembali melaporkan kasus tersebut ke sub sektor Desa Petalongan Polsek Keritang.

"Kalau ada yang tidak sesuai laporan silahkan diubah kembali lagi ke Sub Sektor, karena satu permasalahan itu tidak bisa dua kali lapor,"pungkasnya (dit)
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.