Minggu, 31 Mei 2026

Massa Bakar Mobil Parkir di KPU Siak

Kamis, 27 Agu 2015 14:39
Simulasi pengaman Pilkada Siak.
SIAK SRI INDRAPURA-Ratusan massa membakar satu unit mobil yang sedang parkir di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak, Kamis (27/8/2015).

Meski mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, massa yang jumlahnya semakin banyak terus ngotot ingin masuk ke kantor KPU. Sempat terjadi bentrok dan saling lempar batu, akhirnya massa melampiaskan kemarahan dengan membakar mobil milik salah seorang komisioner KPU Siak.

Tak lama berselang, puluhan polisi melepaskan tembakan gas air mata ke arah massa. Sebagian dari mereka juga berupaya memadamkan api yang semakin membesar melalap mobil sedang terbakar. Upaya polisi itu ternyata membuahkan hasil, perlahan-lahan massa mulai membubarkan diri dan meninggalkan kantor KPU Siak.

Adegan bakar mobil tersebut bukan aksi betulan. Aksi brutal ratusan massa itu hanyalah simulasi latihan penanganan kerusuhan setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Siak. Massa dari pasangan yang kalah tidak bisa menerima keputusan KPU, karena banyaknya kecurangan yang ditemukan selama proses pencoblosan berlangsung.

Aksi bakar mobil itu hanya sebagian dari adegan penanganan kerusuhan Pilkada di Kabupaten Siak. Selain itu, polisi juga menggelar simulasi kisruh di Tempat Pemungutan Suara (TPS), massa melempar pasangan calon yang menang dan kerusuhan anarkis lainnya.

"Simulasi tadi bisa saja terjadi, tapi saya yakin, pengalaman waktu Pilpres dan Pileg tahun lalu, Siak aman. Saya yakin penduduk Siak semua rukun-rukun. Semoga tidak ada kerusuhan saat Pilkada," kata Kapolres Siak AKBP Ino Hariyanto, usai acara simulasi di lapangan depan Istana Siak.

Kapolres mengakui, jumlah personil yang ada di Polres Siak belum mencukupi untuk melakukan pengamanan di semua TPS yang ada di 131 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Siak. Kecamatan Tualang yang merupakan daerah terpadat penduduk, menjadi perhatian khusus bagi Polres untuk melakukan pengamanan selama Pilkada.

"Kalau tak salah jumlah TPS lebih 700, sementara personil kita tak cukup segitu. Kita akan kerjasama dengan Polda Riau untuk menambah pengamanan. Ada 2 pleton dari Brimob Riau. Selain itu juga ada pengamanan dari TNI. Tualang lebih kita fokuskan, tapi kecamatan lain tak kita abaikan juga," pungkas Ino. (grc)
Hukrim
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.