Modus Dijemput Suruhan Keluarga, IRT asal Sumut Jadi Korban Curas
Laporan : Fahrin Waruwu
Kamis, 27 Agu 2015 14:12
Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Sumut Ini tak kuasa melawan pelaku perampokan yang diperkiran jumlahnya lebih dari satu orang ini. Akibatnya, uang, Handpone serta perhiasan korban bernilai puluhan juta lesap dibawa pelaku.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Paur
Humas Polres Ipda P. Simatupang
membenarkan, bahwa korban sudah melapor
ke Unit Reskrim Polres Rohul, korban didampingi keluarganya, yang mana
Korban
Risma Leliyana didampingi keluarganya Lamhot Hasibuan (39) serta dua orang saksi yakni Emrin Lubis dan Sari Hasibuan
Laporannya Berdasarkan Laporan Polisi Nomor :LP/ 113/VIII/2015/Riau/Res Rohul/, tgl 26 Agustus 2015. Ipda P. Simatupang menjelaskan awal mula perampokan yang dialami korban.
Kronologo kejadian itu berawal pada Rabu (26/8) kemarin, sekitar pukul 17.30 WIB, korban yang saat itu bersama rekannya yakni Emrin Lubis dan Sari Hasibuan hendak membeli Farfum di Toko depan Bank BNI, Desa Babussalam, Kecamatan Rambah.
"Tiba-tiba datang pelaku yang saat itu menggunakn mobil. Modusnya, pelaku ini disuruh salah seorang keluarga korban untuk menjemput korban sehabis belanja di Toko itu," kata Ipda P. Simatupang, Kamis (27/8).
Karena percaya, korban akhirnya korban menuruti ajakan pelaku untuk masuk ke mobil dan segera pulang. Tanpa curiga sedikitpun korban dibawa pakai mobil yang modusnya akan diantarkan pulang kerumah korban.
"Bukannya diantarkan pulang. Korban malah dibawa ke arah Kecamatan Tandun. Di mobil, korban malah disekap, dipukul bahkan diancam akan dibunuh,"sambung Ipda P. Simatupang, yang menjelaskan korban juga tidak mengetahui berapa jumlah pelaku perampokan itu.
Karena merasa takut, akhirnya korban menyerahkan uang sejumlah Rp. 1,5 juta, handpone Samsung serta seluruh perhiasan emas milinya yang harganya ditaksir puluhan juta.
"Sesampai di sekitaran Simpang TB, Kecamatan Tandun korban yang dalam keadaan lemah setelah dipukuli, akhirnya dibuang dipinggir jalan depan simpang masuk ke PTPN V Tandun,"ujar Ipda P. Simatupang.
Beruntung korban saat itu karena tidak berapa lama ada warga setempat yang bernama Sialagan menemukannya, Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RSUD Pasir Pengarain dibantu dengan warga lain.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian meteri diperkirakan sekitar Rp.25 juta, saat ini kita masih lidik pelaku perampokan itu," jelas Ipda P. Simatupang. (Fah)
Hukrim
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik
Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait
Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta
SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut