Selasa, 28 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Modus Dijemput Suruhan Keluarga, IRT asal Sumut Jadi Korban Curas

Modus Dijemput Suruhan Keluarga, IRT asal Sumut Jadi Korban Curas

Laporan : Fahrin Waruwu
Kamis, 27 Agu 2015 14:12
Fahrin Waruwu
Paur Humas Polres Rohul, Ipda P.Simatupang.
ROKAN HULU-Risma Leliyana (40) salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Aek Tingga Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara (Sumut), telah melapor ke Unit Reskrim Polres Rohul dengan dugaan dirinya menjadi korban perampokan dan penganiayan, korban ini juga disekap di Mobil dan dipukul serta dirampas semua barang-barang beharganya.

Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Sumut Ini tak kuasa melawan pelaku perampokan yang diperkiran jumlahnya lebih dari satu orang ini. Akibatnya, uang, Handpone serta perhiasan korban bernilai puluhan juta lesap dibawa pelaku.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Paur Humas Polres Ipda P. Simatupang membenarkan, bahwa korban sudah melapor ke Unit Reskrim Polres Rohul, korban didampingi keluarganya, yang mana
Korban Risma Leliyana didampingi keluarganya Lamhot Hasibuan (39) serta dua orang saksi yakni Emrin Lubis dan Sari Hasibuan

Laporannya Berdasarkan Laporan Polisi Nomor :LP/ 113/VIII/2015/Riau/Res Rohul/, tgl 26 Agustus 2015. Ipda P. Simatupang menjelaskan awal mula perampokan yang dialami korban.

Kronologo kejadian itu berawal pada Rabu (26/8) kemarin, sekitar pukul 17.30 WIB, korban yang saat itu bersama rekannya yakni Emrin Lubis dan Sari Hasibuan hendak membeli Farfum di Toko depan Bank BNI, Desa Babussalam, Kecamatan Rambah.

"Tiba-tiba datang pelaku yang saat itu menggunakn mobil. Modusnya, pelaku ini disuruh salah seorang keluarga korban untuk menjemput korban sehabis belanja di Toko itu," kata Ipda P. Simatupang, Kamis (27/8).

Karena percaya, korban akhirnya korban menuruti ajakan pelaku untuk masuk ke mobil dan segera pulang. Tanpa curiga sedikitpun korban dibawa pakai mobil yang modusnya akan diantarkan pulang kerumah korban.

"Bukannya diantarkan pulang. Korban malah dibawa ke arah Kecamatan Tandun. Di mobil, korban malah disekap, dipukul bahkan diancam akan dibunuh,"sambung Ipda P. Simatupang, yang menjelaskan korban juga tidak mengetahui berapa jumlah pelaku perampokan itu.

Karena merasa takut, akhirnya korban menyerahkan uang sejumlah Rp. 1,5 juta, handpone Samsung serta seluruh perhiasan emas milinya yang harganya ditaksir puluhan juta.

"Sesampai di sekitaran Simpang TB, Kecamatan Tandun korban yang dalam keadaan lemah setelah dipukuli, akhirnya dibuang dipinggir jalan depan simpang masuk ke PTPN V Tandun,"ujar Ipda P. Simatupang.

Beruntung korban saat itu karena tidak berapa lama ada warga setempat yang bernama Sialagan menemukannya,  Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RSUD Pasir Pengarain dibantu dengan warga lain.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian meteri diperkirakan sekitar Rp.25 juta, saat ini kita masih lidik pelaku perampokan itu," jelas Ipda P. Simatupang. (Fah)

Hukrim
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Jul 2026 11:30

    Meresahkan, Pengedar Perusak Saraf Sabu di Mandau Diringkus Polisi

    BENGKALISâ€" Penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Kecamatan Mandau meresahkan. Kali ini, Tim Opsnal Polsek Mandau Polres Bengkalis meringkus seorang tersangka pengedar wilayah Duri Barat.Kapolres B

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:52

    Akal Bulus Pengedar Narkoba di Bengkalis, Sabu Dikubur Dalam Tanah di Kebun Sawit

    PEKANBARU - Komplotan pengedar narkoba di Kabupaten Bengkalis, berusaha mengelabui polisi dengan cara yang tak biasa.7 Kg sabu disebar di sejumlah lokasi, mulai dari dikubur di dalam tanah hingga dise

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:44

    Rilis Survei SMRC, Ini Alasan Kepuasan Terhadap Prabowo Berkurang

    JAKARTA - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengalami perubahan signifikan. Hal ini terekam dalam paparan survei Saiful Research and Consulting (SMRC

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:43

    Anggota POM TNI Gugur Tertembak, Bripka R Diperiksa Propam Polda Aceh

    JAKARTA - Pratu Galuh Nugraha, anggota TNI yang berdinas di Polisi Militer Kodam (Pomdam) Iskandar Muda meninggal dunia usai terkena peluru pantulan (rekoset). Insiden ini terjadi saat korban membantu

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:11

    Tegas Larang Dapur MBG Pakai Minyakita dan LPG 3 Kg, Kepala BGN Ancam Tutup Permanen

    JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melarang tegas penggunaan bahan kebutuhan pokok bersubsidi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki