Rabu, 11 Feb 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Modus Truk "Vampir" Solar di Kuansing Riau: Mampu Sedot BBM di SPBU Hingga Ratusan Liter

hukrim

Modus Truk "Vampir" Solar di Kuansing Riau: Mampu Sedot BBM di SPBU Hingga Ratusan Liter

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 11 Des 2025 18:09
TRIBUNPEKANBARU.COM

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING - Truk "vampir" solar yang diamankan Satreskrim Polres Kuansing pada Selasa (8/12/2025) kemarin siang ternyata menggunakan barcode lain.


Untuk menjalankan aksinya hingga mampu sedot solar dari SPBU di Desa Sako, Kecamatan Pangean, pelaku menggunakan 4 barcode.

Kapolres Kuansing, AKBP R. Ricky Pratidiningrat melalui Kasat Reskrim IPTU Gerry Agnar Timur, Kamis (11/12/2025) menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku yang berinisial A (48) dan YA (37) menggunakan tiga tanki besi dan satu tanki fiber berkapasitas 1.000 liter.

"Setelah tiga tanki besi itu penuh, para pelaku menyalurkan solar ke tanki fiber menggunakan pompa dinamo. Begitu seterusnya, hingga tertampung 800 liter pada hari itu," ujar IPTU Gerry.

IPTU Gerry memgatakan, kedua pelaku diamankan setelah mereka selesai mengisi solar dan akan beranjak pergi dari SPBU tersebut.

IPTU Gerry menjelaskan, kedua pelaku diamankan tanpa perlawanan.


"Semua barang bukti turut kami amankan bersama tersangka," ujar IPTU Gerry.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (KBO) Satreskrim Polres Kuansing, IPTU Ramlan SH menambahkan, dari pemeriksaan awal, barcode yang mereka gunakan adalah barcode Pertamina dari sejumlah sopir truk pengangkut sawit.

Tersangka beralasan, jika barcode itu sengaja diberikan kepada kedua tersangka secara sukarela untuk mendapatkan solar di SPBU tersebut.

"Alasan kedua tersangka, para pemilik barcode yang sah memberikannya karena para supir truk pengangkut sawit itu tidak sempat mengantre BBM. Jadi mereka memberikan barcode mereka ke kedua tersangka, nanti para sopir membeli kembali ke para tersangka dengan harga yang berbeda dari seharusnya," ungkap IPTU Ramlan.

Kata IPTU Ramlan, kedua tersangka mendapat keuntungan hingga Rp 800.000 per hari dari aksi tersebut.

Mereka juga mengaku telah dua kali menjalankan aksinya.

"Mereka tidak ada bos, aksi itu dijalankan berdua saja. Itu pengakuan mereka sesuai BAP," ujar Ramlan.

Namun, penyidik akan terus menggali keterangan kedua tersangka.

Pasalnya, banyak warga di Kuansing yang mengeluh kesulitan mendapat solar.

Bahkan ada warga yang terkejut jatah solarnya tiba-tiba habis, meski ia belum pernah menggunakan barcode tersebut untuk membeli solar di SPBU.


Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.