PWI dan LSM Investigasi Dugaan Penyerobotan Lahan Oleh PT CPK
Laporan: Aditya Prahara
Selasa, 25 Agu 2015 08:31
Saat sampai kelapangan, masyarakat mengadu jika mereka tidak pernah menjual lahan kepada PT Citra Palma Kencana. "Namun, perusahaaan tetap menggarap lahan kami," ungkap Ahmad, warga desa Rambaian.
Dijelaskannya, ada sekitar 50 hektar lahan mereka yang diserobot. Untuk membuktikan bahwa tanah tersebut memang milik mereka, mereka mengantongi surat kepemilikan yang sah dari pihak desa sampai kecamatan.
"Lahan ini sudah sempat kami kelola dengan menanam kelapa dan tanaman lainnya. Dengan penyerobotan yang dilakukan perusahaan ini, dirusak dengan menggunakan alat berat saat mereka menanam sawit di lahan kami tersebut," ungkapnya lagi.
Sias (55), salah seorang warga lainnya mengaku sudah berusaha agar lahannya tidak diserobot oleh perusahaan. Namun masih ada sebagian yang sudah 'dirampas' perusahaan.
"Untungnya, saya sempat membangun rumah dan menanami lahan saya tersebut dengan tanaman singkong, nenas, pisang dll. Kalau tidak, sudah 'dirampas' semua oleh perusahaan," sebutnya.
Para petani yang lahan diserobot tersebut membawa tim PWI dan LSM PERAN melihat lahan-lahan mereka yang diserobot PT CPK. Di lokasi terlihat, sudah ditanami sawit yang berusia sekitar satu tahun.
"Itu bekas tanaman kelapa dan sagu yang saya tanam saat belum diserobot perusahaan ini," ujar Asmawi, petani yang lahannya juga diserobot, sambil menunjuk bekas pohon kelapa yang sudah lapuk.
Memang di lokasi lahan yang dirampas perusahaan sawit ini, terlihat bekas tanaman kelapa dan sagu yang dikelola petani. Tampak pula tumpukan sabut kelapa, bekas petani mengolah hasil kebunnya di lokasi ini.
"Semua digarap oleh perusahaan, hingga berbatasan dengan rumah warga. Jika tidak, mungkin tanah tersebut juga mereka garap. Maka, kami minta pihak pemerintah kabupaten juga dapat menyikapi permasalahan ini," pintanya.
Dijelaskannya, setiap masyarakat memiliki setiap petani memiliki surat kepemilikan atas tanah yang ditandatangani oleh Kepala Desa Rambaian.
"Bahkan ada juga yang sudah ditandatangani camat. Kami menduga pihak perusahaan berani mengerjakan lahan kami atas jaminan kepala Desa sendiri," katanya.
Pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi mengenai dugaan penyerobotan lahan milik petani Desa Rambaian ini. Salah seorang pekerja mengatakan saat ini pimpinannya tidak ada di lokasi.
"Pimpinan tidak ada bang, karena hari ini libur," jawabnya singkat.
Demikian juga dengan Kepala Desa Rambaian, H Ardi juga tidak ada di kediamannya saat akan dikonfirmasi mengenai permasalahan ini. Ia diketahui, sering berada di Tembilahan daripada di desa ini.
"Bapak lagi di Tembilahan, ada urusan," jawab Arfen, menantu H Ardi. (dit)
Hukrim
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik
Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait
Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta
SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut