Penusuk ibu dan anak di Bogor diringkus, berdalih sakit hati
Jumat, 12 Feb 2016 18:10
"Pelaku sudah berhasil kita tangkap pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIB. Pelaku berinisial NFB usia 31 tahun," kata Kapolsek Citeureup, AKP Muhammad Chaniago, Jumat (12/2).
Chaniago mengatakan, penangkapan pelaku berhasil dilakukan setelah petugas mendalami keterangan dari sejumlah saksi, termasuk suami korban, Binahar Sitorus.
"Diduga kuat pelaku adalah orang yang dikenal oleh korban, karena saat melakukan aksi penganiayaan pelaku menggunakan masker. Diperkuat dengan keterangan suami korban, yang pernah membawa pelaku ke rumah untuk meminjam uang kepada istrinya, sekitar dua minggu lalu, tetapi tidak diberi. Pelaku sempat memberikan KTP sebagai jaminan atas pinjaman terdahulu," ujar Chaniago.
Dari keterangan itu, petugas memburu NFB. Dia diketahui bekerja di salah satu pabrik di wilayah Citeureup, Bogor.
"Diperoleh informasi, pada saat kejadian, yakni Kamis (11/2), NFB tidak masuk kerja," ucap Chaniago.
Setelah mendapatkan keterangan lengkap, petugas gabungan Reskrim Polsek Citeureup dan Polres Bogor mengejar dan membekuk NFB.
"Pelaku kita tangkap dan kita konfirmasi kepada para saksi, dan terkonfirmasi bahwa pelaku pembunuhan dan penganiayaan berat adalah NFB, dan diakui oleh yang bersangkutan," lanjut Chaniago.
Kepada polisi, NFB mengaku menganiaya hingga menyebabkan anak korban meninggal dunia. Dia mengaku sakit hati diberi pinjaman uang dengan bunga sangat tinggi.
"Pelaku mengaku sebenarnya akan mengancam suami korban, karena sakit hati diberi pinjaman dengan bunga yang begitu tinggi. Namun karena di tempat kejadian pelaku diteriaki maling, pelaku panik dan melakukan penusukan," tambah Chaniago.
Seperti diberitakan sebelumnya, NFB melakukan penusukan terhadap Yunida (30), dan anaknya Sarah Jessica Sitorus (7) di rumahnya Perum Taman Kenari, Blok 4C RT 1/RW 13, Kecamatan Citeureup, Bogor.
Akibat penusukan, Yunida mengalami luka tusuk di tiga bagian, yakni perut sebelah kiri, bagian perut bawah, dan paha kiri.
Sedangkan anak korban, Sarah, ditusuk pada bagian dada kiri, dan meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit. (merdeka.com)
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengatakan, narasi yang beredar di media sosial dan berbagai platform digital yang mengatasnamakan dirinya terkait pernyataan mengenai mantan
IHSG Sepekan Naik 7,38%, Sentuh Kembali Level Psikologis 6.000
Jakarta - Pasar modal Indonesia menorehkan kinerja gemilang sepanjang pekan ini. Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 8 hingga 12 Juni 2026 mayoritas ditutup di zona hija
Pasca Kecelakaan Maut Beruntun di Tom Permai, , PT HK dan Polisi Bagikan Kopi dan Snack Cegah Mikrosleep
PEKANBARU - Menyusul kecelakaan maut beruntun yang terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) beberapa waktu lalu, PT Hutama Karya (HK) bersama Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Riau dan Satla
Bhabinkamtibmas Polsek Tanah Putih Pantau Perkembangan Jagung Ketahanan Pangan, Tumbuh Subur
TANAHPUTIH-Sebagai bentuk dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, jajaran Polsek Tanah Putih terus melakukan pendampingan dan pem
Dalam Semalam, Polda Riau Bongkar Tiga Kasus Begal dan Curanmor
PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau melalui Tim Resmob Jatanras berhasil mengungkap tiga kasus kriminal menonjol dalam satu rangkaian operasi yang dilaksanakan pada 10 hingga 11 Ju