Jumat, 08 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Pria di Inhu Habisi Nyawa Penjaga Alat Berat, Sakit Hati Akibat Disebut Sok Jago

Pria di Inhu Habisi Nyawa Penjaga Alat Berat, Sakit Hati Akibat Disebut Sok Jago

Admin
Rabu, 27 Jul 2022 09:21
pekanbaru.tribunnews.com

RENGAT - Motif sakit hati karena disebut sok jago, seorang pria di Inhu nekat menghabisi nyawa seorang mandor.

Ahmat Jais (52) ditemukan meregang nyawa dengan penuh luka bekas tusukan di dalam kolam di Desa Morong, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Inhu pada Rabu (20/7/2022).

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, aparat Kepolisian menangkap pelaku berinisial AS (32).

Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponso melalui Ps Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran mengungkap motif pembunuhan sadis itu akibat sakit hati atas kata-kata korban terhadap pelaku. 

Berdasarkan kronologis kejadian, diungkapkan bahwa Ahmat Jais berangkat dari rumah untuk menjaga alat berat di Desa Morong, Kecamatan Sungai Lala pada tanggal 18 Juli 2022.

Namun hingga tanggal 20 Juli 2022 korban tak kunjung pulang, nomornya juga tidak dapat dihubungi. Pada Rabu (20/7/2022) sekira pukul 16.00 Wib, warga menemukan jasad Ahmat Jais di dalam kolam. 

"Pada saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi telungkup dan di atas tubuh korban ditemukan kayu beloti yang digunakan sebagai pemberat agar korban tenggelam di dalam kolam," katanya.

Selain itu, warga juga menemukan sepeda motor korban di dalam kolam yang berada di belakang pondok kebun. 

Mendapat laporan terkait penemuan mayat itu, aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu dan Sat Reskrim Polres Inhu bergerak cepat melakukan olah TKP dan penyelidikan untuk menemukan pelaku pembunuhan


Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, Polisi mendapat kecurigaan terhadap seorang pemuda. 

Dengan cepat, Polisi mendatangi keluarga terduga pelaku dan diketahui bahwa pelaku sudah melarikan diri ke kampung halamannya di Kabupaten Binjai Selatan, Sumatera Utara.

Tidak menunggu lama, Polisi mengamankan pelaku dan membawa pelaku ke Polres Inhu untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Berdasarkan keterangan pelaku, diketahui bahwa pelaku sakit hati terhadap kata-kata korban," katanya.

Saat itu korban mengatakan agar pelaku jangan sok jago, dan dijawab oleh pelaku bahwa dia tidak sok jago.

Namun kemudian pelaku mengambil sebilah parang milik korban berukuran 30 centimeter. 

Berniat menusuk perut korban, namun pelaku mendapat perlawanan dari korban.

"Sempat terjadi perkelahian antara pelaku dan korban di lantai pondok. Saat posisi korban di bawah, pelaku langsung menusuk tubuh korban berulang kali hingga akhirnya korban tewas bersimbah darah," ungkap Misran. 

Untuk menghilangkan jejak, AS membuang jasad Ahmat Jais ke dalam kolam dan meletakan kayu beloti di atas tubuh Ahmat Jais. Sementara motor korban dibuang ke dalam parit di belakang pondok.

"Pelaku sempat membersihkan sisa darah di lantai pondok dan kemudian mandi sebelum melarikan diri," katanya. 

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor merk Honda Revo warna hitam bernomor polisi BM 2197 VM, satu batang kayu beloti dengan panjang lebih kurang dua meter, satu helai jaket jeans warna biru korban yang berlumuran darah, satu helai singlet warna putih, satu helai celana panjang warna hitam milik korban yang berlumuran darahd dan satu unit handphone merek Nokia warna putih.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.