Kamis, 07 Mei 2026
12 Tahun Terbaring Lumpuh, Perjuangan Nanda Pemuda di Kampar Bertahan Hidup, Kini Punggung Membusuk.
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 07 Mei 2026 16:14
KAMPAR - Seorang pemuda di Desa Indra Sakti Kecamatan Tapung hanya bisa terbaring selama 12 tahun.
Ia mengalami kelumpuhan.
Ismalianda, pemuda berusia 29 tahun itu sama sekali tidak dapat beraktivitas setelah kecelakaan tunggal yang dialaminya pada 2014 silam
Sejumlah organ pentingnya rusak dalam kecelakaan itu.
"Dicek di rumah sakit, lutut hancur, pinggang lepas, tulang penyangga di belakang patah," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (7/5/2026).
Nanda, panggilan akrabnya, pernah menjalani pengobatan tradisional dan medis.
Ia bahkan pernah menjalani operasi tindakan medis multidisiplin.
"Waktu itu dokter menyerah. Katanya sudah tidak bisa ditangani lagi. Jaringan dari paha juga nggak bisa diambil," katanya.
Di awal upaya pengobatan yang dijalani, kondisinya sempat membaik.
Kendati tetap tak dapat beraktivitas seperti biasa.
Ia sempat bisa naik kursi roda.
Berselang beberapa waktu, kondisinya kembali memburuk.
Hasil diagnosa menyatakan bahwa anak ketiga dari empat bersaudara itu mengalami pembekuan darah di sekitar perut.
Lagi-lagi dokter tak dapat memberi tindakan karena pembekuan itu sudah berlangsung terlalu lama.
Kala itu, ia dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad.
"Karena rumah sakit sudah menyerah, saya ke pengobatan alternatif. Tapi menyerah juga," ujarnya.
Sejak itu, ia hanya bisa pasrah di pembaringan dalam rumah papan.
Ia dirawat orangtua dan saudaranya dengan bantuan bidan desa.
Ia buang air kecil melalui kateter yang telah tersambung selama bertahun-tahun.
Ia juga mesti dibantu memiringkan badan untuk buang air besar.
Secara perlahan, ia mengalami dekubitus.
Terjadi pembusukan pada punggung bagian bawahnya karena berbaring terlalu lama.
"Bidan itulah yang merawat saya. Membersihkan luka, mengganti slang kateter," katanya.
Putra dari keluarga sangat sederhana itu berharap uluran tangan orang lain.
Ayahnya hanya seorang pekerja serabutan dan ibunya tak lagi mampu mencari nafkah.
"Kalaupun tidak bisa diobati lagi, setindaknya dapat tempat tidur beroda supaya bisa berjemur,(tribunewspku).
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1104717/12-tahun-terbaring-lumpuh-perjuangan-nanda-pemuda-di-kampar-bertahan-hidup-kini-punggung-membusuk?page=2
komentar Pembaca