Ratusan Mahasiswa dan Anggota PP Gelar Aksi, Minta Kejari Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Siak
Admin
Selasa, 14 Jun 2022 09:18
SIAK - Ratusan massa gabungan Pemuda Pancasila dan mahasiswa mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak, Senin (13/6/2022) siang. Gabungan massa tersebut menggelar longmarch dari bundaran kantor bupati Siak hingga ke depan kantor Kejari Siak.
Iring-iringan massa ini juga sambil membawa baliho-baliho berukuran besar.
Pada balihonya ditampilkan foto Gubernur Riau Syamsuar, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan dan dua orang dekat Syamsuar yakni Ikhsan ST dan Ulil Amri.
Pada baliho tersebut juga termuat poin tuntutan massa, yaitu permintaan untuk mengusut kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkab Siak periode 2014-2019, dugaan korupsi SPPD fiktif dan pengadaan barang dan jasa di sekretariat DPRD Siak periode 2014-2019.
Koordinator aksi Agus Saputra dan koordinator mahasiswa Oji mendesak Kejati Riau melalui Kejari Siak agar menuntaskan dugaan kasus korupsi tersebut. Dalam perhitungan massa, total dugaan dana korupsi terkait hal tersebut mencapai Rp 300 miliar.
“Kami datang ke sini untuk melaksanakan aksi damai, bapak -bapak polisi yang memberikan pengamanan jangan ragukan, bahwa kami tidak anarkis, karena izinkan kami menyampaikan aspirasi kami kepada Kajari Siak siang ini,” kata Agus Saputra di hadapan ratusan aparat kepolisian yang mengawal aksi unjuk rasa itu.
Meskipun matahari semakin garang memuntahkan panasnya, namun massa semakin tampak bersemangat menyampaikan aspirasi mereka. Selain menuntut percepatan proses hukum dugaan korupsi dana hibah di Pemkab Siak semasa bupati Syamsuar dan SPPD fiktif di sekretariat DPRD Siak, massa juga meminta Indra Gunawan mundur dari jabatan ketua DPRD Siak.
Rombongan besar massa ini awalnya tertahan menyampaikan aspirasi 200 meter dari kantor Kejari Siak, pada akhirnya berhasil negosiasi untuk menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejari Siak. Massa juga meminta Kajari Siak Dharmabella agar menemui mereka, sama-sama berpanas-panas di depan kantor itu.
Tidak lama kemudian Dharmabella didampingi Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto pun datang menghadapi para demonstran. Massa menyambut kehadiran Dharmabella dan AKBP Gunar Rahadyanto, sehingga mereka pun berhadap-hadapan.
“Ada isu yang sangat panas di provinsi Riau, sejauh mana penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkab Siak periode 2014-2019 yang menelan anggaran sekitar Rp 300 miliar. Kami juga ingin menyampaikan aspirasi kami sebagai representasi masyarakat Siak, terkait dugaan korupsi yang didalangi Syamsuar saat menjabat bupati Siak,” kata Agus.
Agus dan Oji yang menjadi koordinator dalam aksi itu menyampaian poin-poin tuntutannya kepada Dharmabella. Mulai dari permintaan penuntasan dugaan korupsi dana hibah di Pemkab Siak, SPPD fiktif dan pengadaan barang dan jasa di sekretariat DPRD Siak hingga penyampaikan agar Indra Gunawan mundur dari ketua DPRD Siak.
“Jika aspirasi kami ini tidak menjadi pertimbangan maka kami akan melakukan aksi kembali jilid II, jilid III, IV dan selanjutnya,” kata dia.
Kajari Siak Dharmabella menanggapi penyampaikan aspirasi tersebut. Dharmabella mengucapkan terimakasih kepada massa yang telah melakukan kontrol sosial kepada pihaknya.
“Kegiatan adik-adik ini adalah tanda sayangnya kepada kami, sehingga adik-adik rela berpanas-panasan menyampaikan aspirasinya siang ini. Aspirasi ini segera langsung kami bawa ke Kejati Riau,” kata Dharmabella yang disambut riuh tepuk tangan.
Selain itu, Dharmabella juga mengatakan bahwa untuk penegakan hukum diperlukan alat bukti. Sedangkan kasus yang disampaikan adalah penyelidikan yang dilakukan Kejati Riau.
“Proses hukum di kejaksaan ini kan berjenjang, jika sudah Kejati maka kami tidak bisa lagi masuk. Namun saya sampaikan bahwa aspirasi ini segera saya bawa dan saya sampaikan kepada Pak Kajati,” kata dia.
Setelah berhasil dialog dengan Kajari Siak massa bertolak ke gedung DPRD Siak. Aksi unjuk rasa juga digelar di gedung DPRD Siak dengan tuntutan mundurnya Indra Gunawan dari Ketua DPRD Siak.