Ratusan Warga Empat Kecamatan Unjuk Rasa Depan Kantor BLK Desa Dayo
Laporan : Fahrin Waruwu
Senin, 24 Agu 2015 14:55
ROKAN HULU-Ratusan warga dari Empat kecamatan yakni Tandun, Kabun, Rokan IV Koto dan Ujung Batu, melakukan aksi demo di Balai Latihan Kehutanan (BLK) Dayo, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (24/8).
Mereka meminta pada Bupati Rohul Achmad khususnya kepada pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Rohul supaya tidak melakukan penggusuran terhadap 33 rumah warga yang berdiri di sekitar BLK.
Informasi yang berhasil di himpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar 2.183 hekatar hutan lindung di Balai Diklat tersebut, sesuai dengan SK Gubernur Provinsi Riau, sebagian sudah di kuasai warga, terlihat aksi masyarakat tersebut berlangsung beberapa jam, kemudian masuk keruangan Gedung BLK Desa Dayo untuk dilakukan mediasi dengan Kepala BLK. Tampak aparat baik dari TNI maupun polisi tetap siaga berjaga-jaga melakukan pengamanan
Pada kesempatan itu, Kepala BLK Desa Dayo Marwato menjelaskan, seharusnya jangan melakukan perambahan hutan lagi. Seperti beberapa bulan yang lalu, hampir 80 hekter hutan terbakar akibat perambahan liar, jadi diminta supaya masyarakat supaya meninggalkan hutan dan tanamanya.
"Kita cari solusi terbaiknya, apa solusinya nanti akan kita bawa persoalan ini ke kabupaten dan kabupatenlah yang mengambil keputusanya. Sebab pada Tanggal 27 Agustus 2015 mendatang kita akan mengadakan pertemuan dengan Bupati Rohul dan mencarikan solusinya," beber Marwato.
Namun Kades Sungai Kuning Tandun Ilham dengan tegas menolak penggusuran tersebut, karena lahan warganya memiliki sertifikat dan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang dikeluarkan pemerintah. " Kami sudah punya surat resmi dari pemerintah, jadi tidak setuju adanya penggeseran," tuturnya.
Sementara Kapolsek Tandun AKP Artisal mengharapkan selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)supaya jangan ada aksi penggusuran. "Kita berharap selama Pilkada tidak ada penggusuran, kini kondisi tertib, aman dan terkendali," pungkanya.
Terlihat dalam diskusi itu, muncul solusinya dari warga, mereka siap dipindahkan dari lokasi BLK, tapi harus dicarikan lokasi dan rumah mereka diganti, termasuk tanamanya yang dirusak. Namun warga mengancam, jika ada pengusuran lagi maka bangunan diklat BLK Dayo akan dibakar warga. (Fah)
Hukrim
Pulihkan Pesisir Bengkalis, 3.200 Hektare Mangrove Ditanam Lewat M4CR
BENGKALIS - Ancaman abrasi di pesisir Selat Malaka mendorong langkah nyata penyelamatan lingkungan daerah setempat. Bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia, hamparan seluas 13 hektare di De
Terapkan Layanan Bebas Pungli, Kabupaten Siak Sabet Predikat Daerah Investasi Terbaik
SIAK - Kabupaten Siak berhasil masuk dalam daftar Best Places to Invest atau daerah terbaik untuk investasi versi majalah Fortune Indonesia. Capaian ini menempatkan wilayah tersebut sejajar dengan sej
Peringati Hari Mangrove Sedunia, Program Green Policing Riau Diperkuat
ROKAN HILIR - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menerima penghargaan plakat Green Policing dari Yayasan Generasi Hijau Riau atas komitmennya menjaga ekosistem pesisir di kawasan mangrove Kabupate
DKI Jakarta dan Rajawali Sakti Juara Umum Kejurnas Wushu Kungfu dan Mall Alam Sutra Taolu Open 2026
JAKARTA - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Kungfu dan Alam Sutera Taolu Open 2026 yang berlangsung di Mall Alam Sutera Tangerang, Banten, resmi berakhir Minggu, 26 Juli 2026 sore. Tim DKI Jakarta d
Aksi Pencurian Motor Terekam CCTV, Polisi Amankan Pria 30 Tahun di Ukui
PELALAWAN â€" Aparat Polsek Ukui mengamankan seorang pria yang diduga melakukan pencurian satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter di area Bengkel Setia Hati, Jalan Lintas Timur Simpang Pulai, Kelurahan