Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Tahanan di Luwu Patah Tulang karena Dianiaya 3 Oknum Polisi

hukrim

Tahanan di Luwu Patah Tulang karena Dianiaya 3 Oknum Polisi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 02 Agu 2025 11:50
Berita satu.com
Seorang tahanan kasus pencurian bernama Asrul (40) mengalami luka parah hingga patah tulang dan harus menjalani operasi setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga oknum anggota Satreskrim Polres Luwu, Sulawesi Selatan.

Peristiwa itu terjadi setelah Asrul diamankan warga karena aksi pencurian dan dibawa ke Mapolsek Bua. Namun, tiga oknum polisi mendatangi Asrul dan melakukan penganiayaan.

Asrul mengaku kasus tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita, tak lama setelah ia diamankan. Menurutnya, para oknum polisi memaksanya untuk mengakui sejumlah kasus pencurian lain yang tidak ia lakukan.

“Saya diminta mengakui beberapa kasus oleh tiga oknum polisi dari Polres Luwu. Karena ada yang bukan saya lakukan dan saya tidak mengakuinya, mereka memukuli kaki dan lengan saya menggunakan balok kayu sementara tangan saya diborgol,” ujar Asrul, Selasa (29/7/2025).

Ia menambahkan, setelah penganiayaan, para oknum polisi membawanya untuk pengembangan kasus tanpa pemeriksaan medis. Namun, di tengah perjalanan, kondisi Asrul memburuk hingga akhirnya dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit.

“Setelah dipukuli, mereka membawa saya untuk pengembangan kasus. Namun, karena saya tidak kuat menahan sakit dan sesak napas, akhirnya saya dilarikan ke rumah sakit,” jelasnya.

Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung, mengonfirmasi bahwa Asrul adalah residivis kasus pencurian dan sempat diamuk warga sebelum diamankan di Mapolsek Bua.

“Tahanan tersebut merupakan residivis dan saat melakukan aksinya sempat diamuk massa di lokasi,” kata Yakobus.

Terkait dugaan penganiayaan, pihak Polres Luwu menyatakan penyelidikan tengah dilakukan oleh Propam. “Kami sudah memeriksa korban dan akan meminta keterangan dari oknum polisi yang terlibat. Jika terbukti bersalah, akan diambil langkah tegas,” tegasnya.

Hingga kini, Asrul masih menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.