Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Terjebak Saat Kabur, Jambret Berpisau di Pekanbaru Digebuk Massa

Terjebak Saat Kabur, Jambret Berpisau di Pekanbaru Digebuk Massa

Senin, 24 Agu 2015 14:08
PEKANBARU-Meski berhasil menjambret seorang wanita di Jalan Melati, Jum'at (21/08/15) malam lalu, Fadli (27) justru ketiban sial saat berusaha melarikan diri ke Jalan Lily. Warga Jalan Pemuda, Kecamatan Tampan tersebut terjebak jalan buntu dan terkepung oleh massa yang mengejar dan memergoki ulahnya. Alhasil, jambret berpisau itupun babak belur digebuk massa dan diserahkan ke Mapolsek Sukajadi.

"Kejadiannya Jum'at pekan lalu. Tersangka lari setelah menjambret korbannya, Aslahiya (24) di Jalan Melati tepat di depan sebuah toko kosmetik. Saat itu korban hendak masuk ke toko, tapi tiba-tiba tersangka datang mengendarai motor Beat dan langsung menyambar tas sandang korban berisi dompet, surat-surat dan handphone," ujar Kapolsek Sukajadi, Komisaris Polisi Jasamen Manurung menceritakan kronologis kejadian kepada riauterkini.com, Senin (24/08/15).

Masih menurut Jasamen, sewaktu melancarkan aksinya, tersangka juga membawa sebilah pisau dapur yang diselipkan dipinggangnya. Hanya saja ulahnya itu diketahui warga sekitar yang bergegas melakukan pengejaran begitu melihat yang bersangkutan melarikan diri. Massa terus mengejar tersangka hingga memasuki Jalan Lily. Disaat itulah, tersangka terkepung karena masuk ke jalan buntu.

"Sebelum diserahkan ke kita, tersangka lebih dulu tertangkap dan dihajar massa. Ketika terkepung, tersangka tak bisa lagi melawan dan melarikan diri. Kita juga ikut mengamankan barang bukti satu unit motor Beat dan sebilah pisau milik tersangka. Terhadap tersangka, kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," tuturnya.

Sementara itu, Fadli ketika ditemui riauterkini.com di Mapolsek Sukajadi mengaku baru pertama kali menjambret. Perbuatan tersebut terpaksa dilakukannya untuk membayar sejumlah hutang dan melunasi pembayaran angsuran motor dan sewa rumah miliknya. Selain itu, bapak satu anak yang sehari-hari bekerja sebagai tukang service AC ini mengatakan sengaja membawa pisau hanya untuk berjaga-jaga.

"Pisaunya untuk jaga-jaga saja. Kepepet butuh uang untuk bayar hutang dan melunasi kredit motor dan sewa rumah," tandasnya.(rtc)
Hukrim
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.