Terlibat Curanmor, Rodes Keyboard PSR Ditangkap Polisi
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Kamis, 15 Okt 2015 17:23
BAGANBATU - SP (21) yang bekerja sebagai Rodes PSR Keyboard dan Mis (45) warga Dusun Sidomulyo, kelurahan Bagan Sinembah Kota, kecamatan Bagan Sinembah Raya (Basira) harus mendekam di ruang penjara Polsek Bagan Sinembah. Pasalnya, kedua pemuda telah terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Berdasarkan data yang berhasil dirangkum spiritriau.com di Mapolsek Bagan Sinembah, Kamis (15/10) menyebutkan, bahwa selain menangkap kedua tersangka petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna Putih nopol BM 4661 WH dan Yamaha Mio warna hitam nopol BM 4468 PW.
Penangkapan terhadap kedua tersangka ini berdasarkan laporan polisi dari korban Renzini Anggreani Br Sinaga yang telah kehilangan sepeda motor miliknya jenis Honda Scoopy yang tengah diparkir di samping ruko Percetakan Galaxi jalan Sudirman Bagan Batu Kota, kecamatan Bagan Sinembah pada Rabu (14/10) sekitar 17.30 Wib.
Berdasarkan laporan tersebut, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP. Dan dari hasil rekaman CCTV akhirnya diketahui, bahwa aksi pencurian tersebut dilakukan oleh dua orang pelaku.
Dari hasil rekaman CCTV tersebut juga didapatkan nopol sepeda motor yang digunakan para pelaku. Selanjutnya, petugas langsung melakukan penyelidikan dilapangan dan ditemukan keberadaan tersangka SP sedang berada dilokasi hiburan keyboard tempat ia bekerja di jalan Imam Bonjol, kepenghuluan Bagan Batu Barat.
Kemudian, petugas langsung menangkap dan menggelandang ke Mapolsek. Dari tersangka, petugas juga menemukan kunci leter T dari dalam sakunya.
Dalam pengembangan petugas mendapatkan informasi yang menyebutkan, bahwa pernah melihat tersangka Mis membawa sepeda motor hasil curiannya, yakni Scoopy.
Petugas melakukan penyelidikan dan ditemukan bahwa tersangka Mis keluar rumah membawa sepeda motor yang lain, yakni Jupiter MX yang digadaikan oleh tersangka Dar (DPO) seharga Rp 1 juta. Selanjutnya petugas langsung menyergap tersangka Mis dan kemudian dibawa ke Mapolsek Bagan Sinembah.
Sementara pengakuan dari tersangka Mis bahwa sepeda motor Scoopy yang ada ditangannya tersebut adalah hasil pertukaran antara sepeda motor Jupiter MX dengan tersangka Dar.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Subiantoro SH Sik yang dikonfirmasikan melalui Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Dody Harza Kesuma SH Sik Msi membenarkan hal tersebut. " Sejauh ini selain dua tersangka kita juga telah mengamankan barang bukti sepeda motor dari tangan tersangka," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya lagi pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka. " Kita akan kembangkan dan mengejar satu tersangka yang identitasnya sudah kita kantongi," terang Dody. (Ded/rls)
Wako Agung Nugroho Sambut Kedatangan Jemaah Haji Asal Kota Pekanbaru
PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 3 Batam asal Kota Pekanbaru, Jumat (5/6/2026). Ia menyapa langsung para jemaah di Bandara Sultan Syarif Kasi
Polsek Tanah Putih Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMPN 6
TANAHPUTIH- Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Polsek Tanah Putih melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi remaja dan pelajar di S
Penampakan Rumah Silmy Karim Digeledah KPK, Brimob Bersenjata Lengkap Diterjunkan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus du
Gasak 700 Dolar AS Milik Turis Australia, WN Iran Dibekuk Polisi di Ubud Bali
Kepolisian Resor Gianyar, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial AFK atas dugaan tindak pidana pencurian terhadap sesama warga asing. AFK diduga mengambil uang milik seo
Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung, Begini Duduk Perkaranya
Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara puluhan anggota TNI dengan warga di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Insiden itu disebut dipicu oleh kesalahpahaman