Uang Rp39 Juta Digondol Maling, Nenek di Kampar Terancam Gagal Umroh
Selasa, 06 Okt 2015 15:34
Padahal uang ini ia kumpulkan dari zakat-zakat orang,termasuk bantuan subsidi BBM dari pemerintah.Uang itulah yang dikumpulkan waktu ke waktu.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/9/15) sekira pukul 11.30 WIB ketika itu Nasimah yang akrab dipanggil maktuo ini pergi ke sungai kampar mencuci pakaian. Rumahnya dikunci gembok, setelah pulang dari sungai, jantungnya berdebar keras, karena gembok rumahnya sudah dirusak maling.
Melihat hal ini Ia pun bergegas untuk mengecek uang simpanannya didalam kamar, ternyata dikamarnya sudah acak-acakan. Sebelumnya, ia menyimpan uang didalam dompet berisi uang Rp36 juta berbentuk uang rupiah dan uang ringgit Malaysia berjumlah 350 ringgit.
Selain itu sebentuk cincin emas seharga Rp1.500.000 juga raib dibawa kabur maling, sehingga total kerugian seluruhnya diperkirakan sebesar Rp39 juta.
Nasimah yang tingggal sendirian dirumahnya itu, sudah berupaya meminta bantuan kepada seorang ustadz dikampungnya berharap agar untuk melunakkan hati maling supaya uangnya bisa kembali. Namun sudah lima hari uang tersebut tak kembali juga. Akhirnya dengan dibantu warga Nasimah melaporkan kejadiannya ke Poksek Bangkinang Barat di Kuok, Ahad (4/10/15).
Laporannya diterima penyidik Amrizal Tanjung dengan dilengkapi berkas laporan dan ditandatangani dua orang saksi korban.
Dihadapan penyidik nenek malang ini mengungkapkan bahwa uangnya itu akan dijadikan untuk umrah ke tanah suci Mekkah. "Saya tidak simpan ke Bank, karena uang itu saya kumpulkan dari zakat-zakat orang ke saya, termasuk bantuan subsidi BBM dari pemerintah. Uang itulah yang saya kumpulkan waktu ke waktu,"terangnya.
Masih dihadapan penyidik ia juga menyampaikan rasa curiga karena sepulang dari mencuci ia menemukan tiga orang laki-laki didepan rumahnya. Namun ia tidak tahu nama-namanya. Salah satunya kulitnya hitam, mukanya lonjong, berusia sekitar 22 tahun.
Laki-laki tersebut memakai singlet dan celana panjang hitam, berpura-pura ingin membeli serai dan kunyit untuk pesta perkawinan. Namun dijawab oleh Nasimah bahwa kunyit dan serai itu tak dijualnya. Nasimah merasa heran dan berpirasat lain bahwa laki-laki itu hanya sekedar meragukan pikirannya atau mengalihkan pandangan agar korban tidak mengetahui aksi maling telah terjadi saat itu.
Ketika akan membuka kunci pintu rumahnya, korban Nasimah mendapati kunci gemboknya sudah tidak utuh lagi dan laki-laki tadi sudah kabur semua. Di depan rumah Nasimah itu memang selalu ramai remaja dan pemuda nongkrong-nongkrong disana, dari siang sampai larut malam.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Bangkinang Barat Kuok Suparno mengatakan akan berupaya mengungkap kasus tersebut.
"Laporan kita sudah terima dan akan melakukan proses lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini,"terangnya.(rtc)
Hukrim
Jadwal Bola Malam Ini 22-23 Juni 2026: Argentina, Prancis, dan Senegal
Jadwal bola malam ini, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026) pagi WIB, menyajikan sejumlah pertandingan menarik pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Sejumlah tim unggulan dunia akan kembali
Dahlan Iskan Tantang Bahlil Cabut Izin Tambang Batu Bara Pelanggar DMO
JAKARTA - Ancaman pemadaman bergilir di Indonesia akibat menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik mendapat sorotan tajam. Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus Menteri BUMN era SBY Dah
Dedi Mulyadi Angkat Suara soal Pemadaman Listrik di Jabar: Bisa Menganggu Industri dan Produknya Gagal
Sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya mengalami pemadaman listrik PLN. Banyak warga yang mengeluh akibat pemadaman tersebut, karena telah menganggu aktivitas.Gubernur Jabar, Dedi Mulyad
Aliansi Masyarakat Jakarta Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan
Jakarta-Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keb
Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026
PEKANBARU â€" Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C