Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Kapolres Kuansing Pimpin Apel Satgas PETI, Tegaskan Perang Terhadap Tambang Ilegal

hukrim

Kapolres Kuansing Pimpin Apel Satgas PETI, Tegaskan Perang Terhadap Tambang Ilegal

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 30 Jul 2025 08:47
RIAU AKTUAL.COM
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP R. Ricky Pratidiningrat, memimpin langsung Apel Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Lapangan Apel Polres Kuansing, Selasa (29/7/2025).

Apel ini diikuti oleh Kabag Ops Polres Kuansing Kompol Teguh Wiyono, para kepala satuan (Kasat), kapolsek jajaran, perwira, serta personel dari Polres dan Polsek.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolda Riau untuk memperkuat penegakan hukum terhadap aktivitas tambang ilegal yang kian marak di wilayah Kuantan Singingi.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan komitmen kepolisian untuk memberantas seluruh bentuk penambangan ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam ketertiban masyarakat.

"Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menindaklanjuti perintah Bapak Kapolda untuk menertibkan dan menindak tegas aktivitas PETI secara efektif. Tujuannya adalah menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan di wilayah hukum Polres Kuansing," ujar AKBP Ricky.

Kapolres juga mengimbau seluruh personel, terutama para kapolsek, untuk bekerja secara sinergis, profesional, dan efisien dalam menjalankan tugas Satgas PETI guna mencapai hasil maksimal.

Lebih lanjut, ia meminta agar jajaran intelijen Polres dan Polsek segera melakukan pemetaan dan pengumpulan data yang valid terkait lokasi-lokasi tambang ilegal yang masih beroperasi.

"Pemetaan ini sangat penting. Dengan data yang akurat, penindakan bisa dilakukan secara tepat sasaran," tegasnya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa pada Rabu (30/7/2025), Kuansing dijadwalkan menerima kunjungan dari Tim Polda Riau yang dipimpin Wakapolda Riau.

Kunjungan tersebut akan diawali dengan apel gabungan bersama Forkopimda, Sat Brimobda Riau, Dit Samapta, dan Dit Krimsus Polda Riau di Mapolres Kuansing, sebelum pelaksanaan operasi gabungan dimulai.

Selain pendekatan represif, AKBP Ricky juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam upaya penertiban tambang ilegal. Ia menginstruksikan para kapolsek untuk menggandeng unsur pimpinan kecamatan (Upika), ninik mamak, serta tokoh masyarakat.

"Keterlibatan tokoh masyarakat sangat penting. Kita harus bersatu dan memiliki visi yang sama untuk melindungi lingkungan dari kerusakan akibat aktivitas ilegal," tuturnya.***(Riau Aktual.com)
Sumber: RIAU AKTUAL.COM

Hukrim
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.