Selasa, 28 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • PM Israel Akan Usir Pasukan Pengamat Internasional dari Hebron di Tepi Barat

Internasional

PM Israel Akan Usir Pasukan Pengamat Internasional dari Hebron di Tepi Barat

Selasa, 29 Jan 2019 11:21
okezone.com

HEBRON - Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengatakan akan mengusir pasukan pengamat asing yang ditempatkan untuk melindungi keselamatan warga Palestina dari Kota Hebron yang penuh konflik di Tepi Barat. Netanyahu menuduh pasukan pengamat yang disebut dengan Kehadiran Internasional Sementara di Hebron (Temporary International Presence in Hebron's/TIPH) itu melakukan kegiatan anti-Israel.

"Kami tidak akan membiarkan belanjutnya kehadiran pasukan internasional yang bertindak melawan kami," kata Netanyahu dalam pernyataan yang mengumumkan bahwa mandat TIPH tidak akan diperbaharui. Pernyataan itu tidak merinci dugaan pelanggaran yang dilakukan TIPH.

Kelompok Israel konservatif menuduh TIPH telah mengganggu para pemukim Yahudi yang hidup di bawah perlindungan tentara Israel di Hebron.

TIPH beranggotakan staf yang berasal dari Norwegia, Italia, Swedia, Swiss dan Turki. Laman jejaring kelompok pengamat itu mengatakan, pasukannya bekerja berdasarkan mandat enam bulan tetapi tidak menyebutkan kapan mandat yang sekarang berakhir.

Juru bicara TIPH menolak memberikan komentarnya mengenai pemutusan mandat tersebut, sementara pihak Palestina mengecam keputusan Netanyahu itu.

"Keputusan pemerintah Israel berarti mereka telah meninggalkan implementasi perjanjian yang ditandatangani di bawah naungan internasional, dan menyerahkan kewajibannya berdasarkan perjanjian ini," kata Juru Bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeineh sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (29/1/2019).

TIPH dibentuk setelah seorang pemukim Israel membunuh 29 warga Palestina di sebuah kuil di Hebron yang suci untuk Muslim dan Yahudi pada 1994. Berdasarkan laman resmi TIPH, sejak penarikan pasukan sebagian dari Hebron yang dilakukan Israel pada 1998, pasukan pengamat itu telah "Mengamati dan melaporkan pelanggaran perjanjian dan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan hukum HAM internasional."

Sebagian besar kekuatan dunia menganggap permukiman Israel di Tepi Barat, tempat yang diinginkan warga Palestina menjadi wilayah negaranya, sebagai tindakan ilegal. Namun, berbagai kecaman dan protes tidak dihiraukan Israel yang berkeyakinan bahwa Tepi Barat merupakan wilayah mereka.


Sumber: okezone.com
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.