Senin, 04 Mei 2026

46 Mahasiswi Nigeria Hilang Diduga Diculik Boko Haram

Jumat, 23 Feb 2018 09:25

ABUJA - Sebanyak 46 orang mahasiswi masih belum dapat ditemukan  setelah kelompok militan Boko Haram menyerang perguruan tinggi khusus putri di Negara Bagian Yobe beberapa hari lalu. Sebelumnya, kelompok militan itu menculik 94 orang mahasiswi dari perguruan tinggi tersebut. 

Boko Haram diketahui menyerang Government Girls Technical College pada Senin 19 Februari larut malam waktu setempat. Namun, satu hari berselang, sebanyak 28 orang mahasiswi kembali dan 20 lainnya pulang pada Rabu 21 Februari pagi setelah berhasil menyelamatkan diri. 

Xinhua pada Kamis (22/2/2018), mewartakan, Komisaris Pendidikan di Yobe, Mohammed Lamin, menyampaikan bahwa pemerintah berharap sisa 46 orang mahasiswi lagi akan kembali dalam waktu dekat.  

Kepala Polisi Negara Bagian Abdulmaliki Sunmonu menepis kekhawatiran bahwa mahasiswi itu telah diculik oleh petempur Boko Haram. Ia mengatakan polisi tak bisa memastikan apakah ada kasus penculikan selama serangan pada Senin. 

"Saya bertanya kepada kepala sekolah apakah ada penculikan atau korban tewas di kompleks itu dan ia mengatakan tidak," kata Sunmonu.

Seorang pengajar lokal mengatakan anggota Boko Haram memasuki asrama perguruan tinggi tersebut, dan banyak mahsiswi memanjat pagar serta menyelamatkan diri ke semak-semak. Sebagian mahasiswi yang sejauh ini kembali mengatakan kepada pengelola perguruan itu bahwa mereka diselamatkan oleh warga desa di semak-semak tak jauh dari kompleks tersebut.

Serangan itu telah menyulut kemarahan warga lokal sementara spekulasi merebak bahwa anggota Boko Haram mungkin telah membawa pergi mahasiswi lain yang hilang.

Sekira empat tahun lalu, 276 anak perempuan dibawa oleh Boko Haram yang menyerbu asrama mereka di Sekolah Menengah Putri di Chibok, Negara Bagian Borno, tetangga Yobe.

Sebanyak 107 murid Chibok telah diselamatkan dan dipulangkan di tengah perundingan yang berlangsung antara pemerintah dan Boko Haram.

Boko Haram sejak 2009 telah berusaha mendirikan negara agama di bagian timur-laut Nigeria, membunuh sebanyak 20.000 orang dan memaksa jutaan orang lagi mengungsi.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.