- Home
- Internasional
- AS Anggarkan Dukungan Dana Militer Rp45 Triliun untuk Israel
AS Anggarkan Dukungan Dana Militer Rp45 Triliun untuk Israel
Selasa, 13 Feb 2018 14:04
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan menyediakan dana sebesar USD3,3 miliar (sekira Rp45 triliun) dalam Pendanaan Militer Asing untuk Israel dalam usulan anggaran Tahun Fiskal (FY) 2019.
Presiden AS Donald Trump telah meminta USD39,3 miliar (sekira Rp535 triliun) untuk anggaran Departemen Luar Negeri AS dan Badan AS bagi Pembangunan Internasional (USAID) pada FY 2019.
Menurut lembar
fakta yang diserahkan oleh Departemen Luar Negeri pada Senin 12
Februari, lembaga itu akan mengalokasikan USD3,3 miliar dalam Pendanaan
Militer Asing buat Israel.
"Pemerintah juga memprioritaskan
pendanaan buat instalasi Kedutaan Besar AS di Jerusalem, yang akan
dimulai segera setelah rancangan dan rencana pembangunan diselesaikan,"
kata dokumen tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa (13/2/2018).
Amerika
Serikat juga akan menyediakan USD1,3 miliar (Rp17,7 triliun) dalam
bantuan keamanan dan ekonomi buat Yordania, dan USD5,7 miliar (Rp77,6
triluin) untuk mengalahkan IS serta organisasi fanatik ekstrem di Timur
Tengah dan Afrika Utara.
Selain itu, USD1,1 miliar (Rp15 triliun) akan disalurkan untuk mendukung upaya mengurangi imigrasi gelap dari Amerika Latin.
Permintaan
anggaran tersebut mendukung visi Presiden Donald Trump "Amerika
Terlebih Dahulu" dengan komitmen pada empat prioritas utama nasional.
Keempat prioritas itu ialah melindungi keamanan AS di dalam dan luar
negeri, memperbarui keuntungan kompetitifnya bagi pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja, mendorong
kepemimpinannya melalui keterlibatan seimbang dan menjamin keefektifan
serta pertanggung-jawabannya pada pembayar pajak AS.
Sebagai
reaksi atas usul anggaran tersebut, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson
--yang kini sedang mengunjungi Mesir-- mengatakan di dalam satu
pengumuman bahwa permintaan anggaran itu menegakkan strategi keamanan
nasional yang diumumkan Trump pada Desember.
Pemerintah Trump
pada Desember 2017 mengumumkan akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota
Israel, dan menyatakan AS berencana memindahkan Kedutaan Besarnya dari
Tel Aviv ke Yerusalem --yang juga diklaim oleh Palestina sebagai Ibu
Kota Negara masa depannya.
Keputusan
Trump telah menyulut pengutukan global. Sebagai reaksi, Washington
membekukan pendanaannya buat pengungsi Palestina dalam upaya memaksa
Palestina menerima rencana perdamaian yang diajukan AS di Timur Tengah,
yang ditolak oleh pihak Palestina.
Palestina telah mencela
kualifikasi Washington untuk terus menengahi perundingan perdamaian
Palestina-Israel, dan mempertanyakan objektifitas AS dalam proses itu.
(okezone.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener