LIPUTAN6.COM
Jakarta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa tarif 50 persen akan dikenakan pada impor tembaga dengan alasan keamanan nasional.
Kebijakan ini mendapat reaksi dari pemerintah China, salah satu pemasok utama tembaga bagi pasar global. Juru bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan posisi China tegas sejak awal dalam menanggapi keputusan sepihak AS.
"Sikap China sangat jelas. Kami selama ini menentang upaya yang berlebihan dalam memperluas konsep keamanan nasional sebagai alasan untuk menerapkan tarif," kata Mao dalam konferensi pers di Beijing dikutip Jumat (11/6/2025).
Mao Ning menegaskan, perang dagang dan tarif sama sekali tidak memiliki pemenang. Pasalnya, penyalahgunaan kebijakan atas tarif hanya akan merugikan semua pihak.
China menilai, keputusan Amerika Serikat untuk mengenakan tarif tinggi pada impor tembaga sebagai langkah proteksionis yang justru dapat memperburuk ketegangan perdagangan. Menurut Mao, penting untuk menyelesaikan perbedaan perdagangan melalui dialog dan kerja sama, bukan melalui eskalasi tarif yang merugikan kedua belah pihak.
"Kami percaya bahwa praktik semacam ini tidak membawa manfaat bagi siapa pun," ujar Mao.
Diketahui, tembaga menjadi bahan baku penting dalam berbagai industri, termasuk teknologi dan konstruksi. Adapun kebijakan terkait tarif 50 persen terhadap impor tembaga diumumkan Trump pada Selasa, 8 Juli 2025.
Donald Trump juga mengisyaratkan tarif tinggi lainnya untuk sektor-sektor tertentu juga akan segera diberlakukan.
"Hari ini kita melakukan tarif untuk tembaga. Saya kira tarif untuk tembaga akan kita tetapkan sebesar 50%," ujar Trump dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih, Amerika Serikat," seperti dikutip dari CNBC, Rabu (9/72025).
Meski begitu, Trump tidak secara spesifik mengatakan kapan tarif tersebut akan diberlakukan.
Lebih lanjut, Trump juga menyampaikan bakal segera mengumumkan tarif yang sangat tinggi, seperti 200 persen untuk sejumlah industri tertentu, antara lain farmasi, semi-konduktor, dan logam.
Ia menambahkan, produsen farmasi diberi waktu hingga satu setengah tahun untuk mulai memproduksi produk sendiri di Amerika Serikat sebelum tarif baru itu mulai diberlakukan.
Harga tembaga melonjak ke rekor tertinggi setelah pengumuman mendadak Trump itu dilakukan. Kenaikannya dalam sehari mencapai 13,12 persen yang merupakan catatan pergerakan terbaik sejak 1989.
AS Resmi Terapkan Tarif Impor Tembaga 50% Mulai 1 Agustus
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama diskusi panel bisnis di Doha, Qatar, Kamis (15/5/2025).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa tarif sebesar 50% untuk impor tembaga akan resmi diberlakukan mulai 1 Agustus 2025. Pernyataan ini disampaikannya melalui unggahan di platform Truth Social, Rabu (10/7/2025) waktu setempat.
"Saya mengumumkan tarif 50% untuk tembaga, berlaku efektif 1 Agustus 2025, setelah menerima penilaian keamanan nasional yang kuat," tulis Donald Trump, dikutip dari CNBC, Kamis (10/7/2025).
Trump menjelaskan bahwa tembaga adalah material penting dalam berbagai sektor strategis, termasuk semikonduktor, pertahanan, baterai litium-ion, radar, kapal, hingga senjata hipersonik. Ia menekankan bahwa tembaga kini menjadi material kedua yang paling banyak digunakan oleh Departemen Pertahanan AS.
Pasar langsung bereaksi terhadap pengumuman tersebut. Harga tembaga melonjak 2,62% setelah pengumuman, melanjutkan reli sebelumnya yang menyentuh 13,12% â€" kenaikan harian tertinggi sejak 1989.
Namun, harga tembaga berjangka acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) justru turun 1,63% ke level USD 9.630,50 per ton pada pukul 09.20 waktu Singapura. Ini mencerminkan adanya selisih harga yang sangat lebar antara pasar AS dan pasar global lainnya.
Menurut lembaga riset Benchmark Mineral Intelligence yang berbasis di London, harga tembaga di Amerika Serikat bisa mencapai sekitar USD 15.000 per ton, sementara di pasar global, harga hanya sekitar $10.000 pada bulan Agustus mendatang.***(Liputan6.com)
Sumber: LIPUTAN6.COM
Internasional