Kamis, 04 Jun 2026

Internasional,

Apa Itu Bom Tandan yang Digunakan Thailand untuk Serang Kamboja?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 26 Jul 2025 14:56
Berita satu.com
Thailand mengonfirmasi penggunaan bom tandan dalam serangan terhadap target militer Kamboja, memicu kecaman keras dari Phnom Penh yang menyebutnya pelanggaran hukum internasional.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Maly Socheata pada Jumat (25/7/2025), mengatakan pasukan Thailand telah menyerang tujuh lokasi di wilayahnya, termasuk menjatuhkan bom tandan di dua lokasi. “Tindakan ini melanggar hukum internasional, termasuk Konvensi Munisi Curah (CCM),” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Militer Thailand Winthai Suwaree, membenarkan penggunaan bom tandan. “Kami hanya menggunakan bom tandan bila diperlukan untuk menghancurkan target militer. Submunisi yang digunakan bukan ranjau antipersonel dan tidak menimbulkan efek jangka panjang bagi warga sipil,” ujarnya.

Thailand menegaskan tidak terikat kewajiban hukum CCM karena bukan anggota konvensi tersebut.

Daya Rusak
Bom tandan dikenal menyebarkan puluhan hingga ratusan submunisi ke area target. Mekanisme ini memperluas daya rusak dibanding satu hulu ledak konvensional, tetapi memiliki tingkat kegagalan sekering tinggi sehingga submunisi yang tidak meledak sering menjadi ancaman jangka panjang.

Menurut Reuters, 60% korban bom tandan terjadi saat aktivitas sehari-hari, dan sepertiga di antaranya adalah anak-anak yang keliru mengira submunisi sebagai mainan. Karena bahayanya, lebih dari 120 negara telah menandatangani CCM yang melarang produksi, penyimpanan, dan penggunaan bom tandan.

Pertempuran antara Thailand dan Kamboja meningkat sejak 23 Juli, dimulai di kuil Ta Moan Thom pada Kamis (24/7/2025), dan meluas ke beberapa titik perbatasan. Kedua pihak saling menggunakan artileri berat dan saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan.

Konflik ini merupakan yang paling serius dalam lebih dari 10 tahun. Thailand melaporkan 20 korban jiwa, termasuk 14 warga sipil, sementara Kamboja mencatat 13 korban tewas dan 71 luka-luka.

Dalam pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB pada 25 Juli, Duta Besar Kamboja Chhea Keo menyerukan gencatan senjata segera dan solusi damai. Thailand menyatakan siap bernegosiasi, kemungkinan dengan mediasi Malaysia selaku Ketua ASEAN.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • Sabtu, 23 Mei 2026 09:42

    Simpan Sabu Dalam Bra, Gerombolan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polsek Peranap

    INHU - Peredaran narkotika kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Indragiri Hulu. Kali ini, jajaran Polsek Peranap berhasil membongkar dugaan jaringan penyalahgunaan narkot

  • Kamis, 21 Mei 2026 09:26

    Polsek Kelayang Ungkap Kasus Narkotika Di Desa Talang Pring, Dua Tersangka Dibekuk BB Puluhan Gram Sabu

    INHU-Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu kembali membuahkan hasil. Personel Polsek Kelayang berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di D

  • Rabu, 20 Mei 2026 11:01

    Pengedar Sabu di Kampung Besar Seberang Diciduk Satresnarkoba Polres Inhu, Sejumlah Barang Bukti Disita

    INHU-Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Rengat kembali berhasil diungkap jajaran Satresnarkoba Polres Indragiri Hulu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu diamankan polisi s

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.