Kamis, 25 Jun 2026

Internasional

Apa Kata Media Internasional tentang Debat Capres dan Cawapres?

Sabtu, 19 Jan 2019 09:47
Detik.com
JAKARTA - Sejumlah media asing mengikuti jalannya debat televisi pertama antara pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga, dan memberikan tanggapan.

Sejumlah media asing mengamati jalannya debat televisi pertama antara pasangan calon nomor 01, petahana Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, serta pasangan nomor 02, Prabowo-Sandi. Debat televisi Kamis malam kemarin (17/01/2019) adalah debat pertama dari lima debat televisi yang direncanakan akan digelar sebelum dilangsungkannya pemberian suara tanggal 17 April 2019.

Setelah mengamati jalannya debat secara langsung, media Australia ABC berkomentar: Pasangan calon nomor 01, masih jelas unggul di atas nomor 02. Namun Jokowi menghadapi tantangan besar dari pesaing yang ia kalahkan dalam pemilu tahun 2014. Jokowi sekarang juga dinilai lebih agresif dibanding dengan lima tahun lalu. Selain itu, petahana dinilai lebih handal dalam bertanya dan memberikan jawaban dalam hal korupsi serta ketidaksetaraan gender.

The Sydney Morning Herald menganalisa debat yang berlangsung Kamis malam dan menulis: Kedua calon presiden dan calon wakil presiden tampak seperti robot dan jawaban yang diberikan sepertinya sangat diperhitungkan karena tidak mau mengambil risiko. Berkaitan dengan itu, komentator harian itu juga mengkritik sistem debat, di mana para calon sudah mendapatkan kisi-kisi semua pertanyaan seminggu sebelum debat, sehingga sudah dapat mempersiapkan diri. Namun demikian, rakyat yang menonton debat tidak mendapat informasi lebih banyak dari jawaban para calon.

Sydney Morning Herald menyimpulkan: "Debat berakhir tanpa adanya gagasan besar yang baru dari para calon, dan hanya ada sedikit informasi baru tentang kebijakan yang mungkin akan mereka tempuh, jika menang. Mungkin, oleh sebab itu juga, kedua calon presiden tidak mendapat inspirasi untuk memberikan komentar positif tentang saingannya, ketika diberi kesempatan. Harian Australia itu juga menyinggung, ini mungkin kesempatan terakhir bagi Prabowo Subianto untuk bisa meraih kursi presiden.

Media Singapura, The Straits Times terutama menilai, isu-isu yang jadi topik utama debat adalah isu-isu penting yang tepat untuk diangkat. Tetapi sayangnya kedua kubu tidak memberikan rincian lebih banyak ketika menjawab pertanyaan, sebaliknya hanya memberikan jawaban secara umum.

The Strait Times dan sejumlah media asing lainnya menyoroti performa Ma'ruf Amin yang dinilai tidak menunjukkan prestasi gemilang. Sydney Morning Heral mengomentari Ma'ruf Amin yang katanya perlu waktu hampir satu jam sebelum mulai berbicara untuk menjawab pertanyaan dari panelis.



(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 25 Jun 2026 13:42

    Riau Ikuti Kick-Off Pemdi 2026, Transformasi Digital Pemerintah Makin Dipercepat

    PEKANBARU â€" Pemerintah pusat terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui perubahan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Pemerintahan Digital (Pemdi). Transformasi

  • Kamis, 25 Jun 2026 13:39

    Pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Riau Masih Terkendala SDM dan Fasilitas

    PEKANBARU-Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau Hendry Munief mengunjungi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM dan Riau Creative Hub (RCH) di Pekanbaru.Kunjungan tersebut dilakukan u

  • Kamis, 25 Jun 2026 13:38

    Naik 30 Persen, Pajak Makan dan Minuman Penyumbang Terbesar PAD Pekanbaru

    PEKANBARU- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru dari sektor pajak daerah terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Pajak dari sektor makan dan minuman menjadi penyumbang terbesar pener

  • Kamis, 25 Jun 2026 13:32

    Menkes Bicara Gaji Dokter: Ada yang Miliaran hingga Setara Tukang Parkir

    Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tingginya kesenjangan pendapatan di kalangan dokter. Menurut dia, ada dokter yang memperoleh penghasilan hingga miliaran rupiah per bulan,

  • Kamis, 25 Jun 2026 13:29

    Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Dukung Kelor NTT Jadi Komoditas Unggulan

    Jakarta - Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Yane Ardian Bima Arya mendukung kelor asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menja

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.