Sabtu, 30 Mei 2026

internasional

Bangga! Kayu Asal Indonesia Bersaing di Pasar Internasional

detik.com
Kamis, 19 Sep 2019 08:51
detik.com
Jakarta -Sebagai salah satu negara dengan iklim tropis terbaik di dunia, Indonesia memiliki karunia hasil sumber daya alam yang berlimpah dan potensi ekspor yang sangat besar. Melihat keadaan ini, PT Sumber Graha Sejahtera sebagai pemilik merek Sampoerna Kayoe secara intensif megembangkan sumber daya kayu Indonesia hingga melanglang buana keliling dunia.


Head of Marketing PT Sumber Graha Sejahtera Christine Suhartini mengatakan selama lebih dari 40 tahun berkarya di Indonesia, kayu-kayu olahan Sampoerna Kayoe sudah diekspor ke lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

"90% kayu kita memang berasal dari Hutan Tanaman Rakyat (HTR). Pohon yang ditumbuhkan pun pohon sengon karena mudah tumbuh dan bisa tumpang sari dengan tanaman lain yang bernilai ekonomis seperti tanaman lada, kakao, tembakau," jelas Christine saat ditemui detikcom.

Saat ini, Sampoerna Kayoe sudah memproduksi lebih dari 850.000 meter kubik kayu olahan yang berasal dari enam pabrik yang tersebar di Balaraja, Salatiga, Purwokerto, Jombang, Jambi, dan di Palopo.

Data yang diterima detikcom, dari enam pabrik tersebut, kini Sampoerna Kayoe sudah punya porsi penjualan 49% ekspor yakni senilai US$ 148 juta dan 51% untuk dalam negeri senilai US$ 152, 6 juta. Angka ekspor ini terus meningkat dalam waktu lima tahun terakhir dari yang tadinya US$ 75,4 juta untuk ekspor (29%) dan US$ 188,3 juta untuk penjualan dalam negeri (71%).

Bangga! Kayu Asal Indonesia Bersaing di Pasar InternasionalSam Project Sampoerna Kayoe di Kaoshiung Museum of Fine Arts, Taiwan. (Foto:dok. Sampoerna Kayoe)

Jepang yang terkenal dengan standar kualitas produk yang tinggi menjadi salah satu dari pelanggan setia produk kayu Sampoerna Kayoe asal Indonesia. Berbekal pengalaman & teknologi terkini, Sampoerna Kayoe berhasil mengolah kayu pohon sengon & karet yang berasal dari hutan tanaman rakyat (HTR) menjadi kayu lapis (Plywood), laminated veneer lumber (LVL), decking solid, pintu kayu, rangka atap, kusen jendela, panel, badan truk, dan pintu garasi yang berkualitas tinggi.

Sampoerna Kayoe kini juga tengah mengembangkan impregnation technology dalam memproduksi produk decking dengan kualitas terbaik. "Kami membeli log kayu karet yang tidak menghasilkan latex lagi dari petani untuk kemudian diolah menjadi produk decking yang kuat serta tahan kondisi outdoor," jelasnya.

"Selama ini orang-orang pikir kayu engineering adalah kayu yang tidak tahan untuk outdoor application namun Sampoerna Kayoe berdedikasi mengubah limbah pohon karet menjadi produk kayu olahan berkualitas tinggi yang sudah dipercaya bukan hanya di Indonesia tapi juga di pasar internasional mulai dari Asia hingga Amerika dan Eropa," tutup Christine.

sumber: detik.com


Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 09:58

    Impor China ke Indonesia Naik 18,21%, Jasa Forwarder Ikut Melonjak.

    Jakarta-Tren impor barang dari China ke Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang awal 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia pada Januari 2026 tercatat

  • Sabtu, 30 Mei 2026 09:48

    Bareskrim Buru Bos New Zone Bandar Penyedia Narkoba di Kelab Malam Medan

    Direktorat Tindak Pidana Narkotika (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memburu Eddy alias Awie, bos New Zone di Medan, Sumatera Utara. Eddy diburu atas dugaan menyediakan narkoba di kelab malam tersebut

  • Sabtu, 30 Mei 2026 09:15

    Kesaksian Warga Pipa Gas PGN Bocor di Kranji: Ada Pekerjaan Beko

    Jakarta-Sebuah pipa gas bocor terjadi di Jl. Nangka Raya, Kranji, Bekasi pada Jumat, 29 Mei 2026. Pipa tersebut merupakan milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN).Ketua RW 07 Kelurahan Kranji, Fahmi, menj

  • Sabtu, 30 Mei 2026 08:58

    Manggala Agni Fokus Pendinginan Lahan Gambut Rohil dan Siak

    PEKANBARU-Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih terus menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan Pro

  • Sabtu, 30 Mei 2026 08:42

    Menkeu Purbaya Desak 20 Perusahaan CPO Kembalikan Uang Negara

    JAKARTA-Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meminta 20 perusahaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang diduga melakukan praktik transfer pricing dan under-invoicing untuk segera menge

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.