Minggu, 19 Apr 2026

Internasional,

Banjir Lumpuhkan Manila, Puluhan Ribu Orang Dievakuasi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 22 Jul 2025 11:12
Berita satu.com
Banjir besar akibat hujan deras melumpuhkan aktivitas di ibu kota Filipina, Manila, pada Selasa (22/7/2025). Sedikitnya dua orang dilaporkan hilang dan puluhan ribu lainnya harus dievakuasi dari rumah mereka.

Sekolah dan kantor pemerintahan di Manila serta provinsi sekitarnya terpaksa ditutup setelah hujan deras sepanjang malam menyebabkan Sungai Marikina meluap. Akibatnya, kawasan rendah di sepanjang sungai terendam banjir.

“Biasanya warga yang terdampak tinggal di dataran rendah di tepi sungai,” kata Wilmer Tan dari kantor penyelamatan Marikina.

Ia menyebutkan ketinggian air Sungai Marikina mencapai 18 meter.

Lebih dari 23.000 orang di sekitar Sungai Marikina dievakuasi pada malam hari dan mengungsi ke sekolah, balai desa, serta halaman beratap. Sementara itu, sekitar 25.000 orang lainnya dievakuasi dari wilayah Quezon City dan Caloocan di area metropolitan Manila.

Salah satu peristiwa tragis terjadi di Caloocan, ketika seorang wanita lansia dan sopirnya terseret arus sungai saat mencoba menyeberangi jembatan yang sudah terendam air.

“Mobil mereka ditemukan tadi malam. Operasi penyelamatan masih berlangsung, tetapi hingga kini keduanya belum ditemukan,” ujar John Paul Nietes, asisten pengawas pusat operasi darurat.

“Jendela mobil pecah, jadi masih ada harapan mereka sempat menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Meski banjir mulai surut pada Selasa pagi, ribuan warga masih belum bisa kembali ke rumah mereka karena kondisi lingkungan yang belum aman.

Banjir ini merupakan bagian dari dampak hujan monsun yang diperparah oleh Badai Tropis Wipha yang melanda Filipina sejak Jumat lalu. Menurut Dewan Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional (NDRRMC), sedikitnya tiga orang tewas dan tujuh orang lainnya masih hilang di Filipina bagian tengah dan selatan akibat badai tersebut.

Setiap tahun, Filipina dilanda sekitar 20 badai atau topan, dengan wilayah termiskin biasanya menjadi yang paling parah terkena dampaknya. Para ahli memperingatkan bahwa badai dan banjir semakin kuat akibat pemanasan global dan perubahan iklim.

“Ini sangat sulit, karena jika hujan tidak berhenti, sungai akan terus meluap,” kata Avelina Lumangtad (61), seorang penyapu jalan di Manila, kepada AFP.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • Rabu, 15 Apr 2026 08:39

    Rumah Kontrakan Digrebek Polsek Rengat Barat, Dua Tersangka Diringkus, Ekstasi Dan Sabu Jadi BB

    INHU-Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rengat Barat di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Tuk Modang, Kelurahan Pematan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.