Nasional,
KPK Tetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid Jadi Tersangka Korupsi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 05 Nov 2025 18:19
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka korupsi dalam kasus tangkap tangan pada Rabu (5/11/2024). Pengumuman status tersangka disampaikan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam konferensi pers di gedung KPK.
Sebelum mengawali keterangan persnya, KPK menghadirkan Abdul Wahid bersama dua orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam.
Saat ini konferensi pers KPK masih berlangsung. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak masih menyampaikan kata pengantar, sebelum masuk pada substansi perkara.
"KPK prihatin atas kondisi yang terjadi di Riau," kata Johanis Tanak.
Gubernur Pertama Kena OTT KPK Era Prabowo
Terjaringnya Gubernur Riau Abdul Wahid dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (3/11/2025) menjadi catatan hukum tersendiri dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Abdul Wahid menjadi gubernur pertama hasil Pilkada 2024 yang terjaring operasi senyap KPK.
Diketahui, Presiden Prabowo melantik secara serentak sebanyak 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (20/2/2025) silam. Rinciannya, sebanyak 33 gubernur dan wakil gubernur, 363 bupati dan 362 wakil bupati, serta 85 wali kota dan wakil walikota.
Sebelum prosesi pelantikan, seluruh kepala daerah berkumpul di halaman Monumen Nasional (Monas) lalu mengikuti kirab dari Monas menuju Istana Merdeka. Kirab dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan didampingi oleh Wamendagri Ribka Haluk.
Berselang sehari setelah dilantik, para kepala daerah juga menjalani program retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang mulai 21-28 Februari 2025. Program retret ini diklaim bertujuan untuk membangun sinergi, berbagi strategi kepemimpinan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, serta membekali para pemimpin daerah dengan wawasan kebangsaan dan pemahaman tentang ekonomi nasional.
Retret kepala daerah ini hanya pernah dilakukan pada era pemerintahan Presiden Prabowo. Para kepala daerah bahkan dipasangkan baju dengan corak loreng.
Abdul Wahid Diamankan di Cafe
Diwartakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Gubernur Riau Abdul Wahid diamankan dari sebuah cafe dalam rangkaian operasi tangkap tangan pada Senin (3/11/2025) kemarin. KPK sempat melakukan pencarian dan pengejaran, hingga akhirnya berhasil menemukan Abdul Wahid.
"Dalam tangkap tangan ini, tim sempat melakukan pencarian dan pengejaran yang kemudian berhasil mengamankan AW (Abdul Wahid) di salah satu cafe di wilayah Riau," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo di gedung KPK, Selasa (4/11/2025) malam ini.
Budi menjelaskan, kasus korupsi yang tengah diusut menyangkut penggunaan anggaran di Dinas PUPR Provinsi Riau.
Dalam tangkap tangan yang dilakukan, penyidik KPK mengamankan sebanyak 9 orang. Mereka yang diamankan yakni Gubernur Riau Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR, Arief Setiawan, Sekretaris Dinas PUPR Riau Ferry Yunanda dan 5 Kepala UPT di lingkungan Dinas PUPR Riau. Tujuh orang dari Dinas PUPR tersebut diamankan di Kantor Dinas PUPR Riau di Jalan SM Amin, Pekanbaru.
Satu orang lain yakni Tata Maulana (TM) yang disebut sebagai orang kepercayaan Gubernur Riau Abdul Wahid.
"Selain terhadap 9 orang tersebut, tim KPK juga melakukan pencarian terhadap saudara DN (diduga Dani M Nursalam). Pada petang ini, saudara DN menyerahkan diri dan dilakukan pemeriksaan. Oleh karena itu, saat ini masih berlangsung pemeriksaan terhadap 10 orang tersebut," kata Budi.
Menurut Budi, DN merupakan salah satu pihak yang krusial dalam perkara tersebut. Penyidik KPK sedang melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengungkap perannya.
"DN ini salah satu pihak yang krusial. Oleh karena itu sedang diperiksa intensif saat ini," tegas Budi.
Diketahui, TM dan DN merupakan kader PKB di Riau. DN dua pekan lalu baru saja dilantik menjadi Ketua Lembaga Kaderisasi dan Pendidikan (LKP) PKB Provinsi Riau oleh Abdul Wahid yang juga merupakan Ketua DPW PKB Riau.
Amankan Uang Senilai Rp 1,6 Miliar
Budi menerangkan, dalam serangkaian tangkap tangan yang dilakukan, penyidik KPK berhasil mengamankan uang senilai Rp 1,6 miliar. Uang tersebut terbagi atas pecahan rupiah, Dollar AS dan Pounsterling.
Adapun uang pecahan rupiah diamankan di Riau. Sementara, uang dalam pecahan Dollar AS dan Pounsterling diamankan dari sebuah rumah milik Gubernur Abdul Wahid di Jakarta.
"Uang Dollar Amerika dan Pounsterling diamankan dari salah satu rumah milik saudara AW (Abdul Wahid)," tegas Budi Prasetyo.
Ia menyatakan, uang tersebut diduga bagian dari penyerahan kepada kepala daerah dari sekian penyerahan sebelumnya.
"Diduga sebelum kegiatan tangkap tangan, sudah ada penyerahan-penyerahan lainnya," jelas Budi Prasetyo. (***)
nasional
Agincourt Resources Bantah Jadi Biang Kerok Bencana Sumatera
JAKARTA - PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, buka siara menanggapi tudingan yang mengaitkan aktivitas pertambangan dengan bencana longsor dan banjir bandang yang mela
KKP Kirim 60 Ton Paket Bantuan ke Lokasi Bencana Sumatera
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengirim bantuan kemanusiaan kepada korban bencana banjir di Padang, Sumatra Barat, Sibolga dan Tapuli Tengah, Sumatra Utara serta Lhok
PLN Berhasil Alirkan Listrik di Aceh Tamiang, Layanan RSUD hingga Posko Pengungsian Optimal
JAKARTA - PT PLN (Persero) berhasil menyalakan kembali listrik di lokasi-lokasi vital di Aceh Tamiang pada Kamis (4/12/2025), yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir.
Hong Kong Gelar Pemilu Beberapa Hari Setelah Kebakaran Apartemen Tewaskan 159 Orang
JAKARTA â€" Hong Kong akan menggelar pemilihan umum (pemilu) legislatif pada Minggu (7/12/2025), hanya beberapa hari setelah kebakaran paling mematikan yang melanda kota administratif tersebut.
11 Orang Tewas dalam Penembakan Massal di Afsel, Bocah 3 Tahun Ikut Jadi Korban
JAKARTA â€" Setidaknya 11 orang tewas dan 14 lainnya luka-luka ketika orang bersenjata menyerbu sebuah hostel di Saulsville, sebelah barat ibu kota Pretoria, Afrika Selatan, pada Sabtu (6/12/2025)