Sabtu, 27 Jun 2026

Internasional

Di Negara Ini Nyontek saat Ujian Bakal Dipenjara

Rabu, 08 Jun 2016 12:39
okezone.com
ilustrasi

BEIJING - Lebih dari sembilan juta tamatan SMA di Cina menempuh ujian nasional untuk masuk ke universitas atau Gaokao.

Hasil ujian ini akan menentukan universitas yang akan menerima mereka, yang kelak akan menentukan masa depan, sehingga para peserta ujian berada dalam tekanan berat.

Dan untuk pertama kalinya pula, para peserta yang ketangkap melakukan kecurangan atau menyontek diancam hukuman penjara.

Gaokao menjadi titik penting dalam sistem pendidikan di Cina sejak tahun 1950-an dan hanya terhenti pada masa Revolusi Kebudayaan di bawah pimpinan Mao Zedong.

Jika gagal dalam ujian ini maka masa depan seseorang dianggap tidak akan secerah tamatan perguruang tinggi lainnya, dan akan mengecewakan keluarga.

Sejumlah murid sampai menggunakan pembimbing pribadi profesional -biasanya mahasiswa universitas maupun tamatan universitas- yang tinggal bersama peserta ujian untuk berlatih bersama, seperti dilaporkan situs internet Sixth Tone yang dilansir BBC.

Salah seorang pembimbing, Zhao Yang -yang baru tamat dari universitas di Shanghai- mendapat bayaran 300 yuan atau sekitar Rp 600.000 per hari dan ikut bergadang untuk belajar sama calon peserta ujian.

Beberapa orangtua juga memilih untuk tinggal di hotel yang dekat dengan tempat ujian guna menghemat waktu perjalanan karena ujian akan berlangsung selama tiga hari, yang membuat hotel menyediakan Paket Gaokao.

Hotel-hotel di Beijing, misalnya, ada yang menawarkan paket menginap selama ujian dengan tarif 2.000 yuan atau Rp 4 juta per malam dan harus dipesan dari awal karena sering sudah penuh pada masa Gaokao.

Yang tak kalah pentingnya adalah pengawasan karena di masa lalu ditemukan beberapa kasus kecurangan sejalan dengan kemajuan teknologi.

Ruang ujian kini diawasi ketat dengan kamera pengawas sementara pemeriksaan dilakukan atas para peserta untuk memastikan tidak ada alat pendengar atau jam tangan tersembunyi maupun pemeriksaan atas sepatu dan baju, yang mungkin saja dilengkapi dengan peralatan tertentu.

Dan langkah terbaru adalah yang tertangkap melakukan kecurangan bisa diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara serta dilarang ikut ujian nasional selama tiga tahun. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.