Senin, 01 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Dituduh Perkosa 12 Anak, Kepala Sekolah di Bangladesh Klaim Kerasukan Setan

Internasional

Dituduh Perkosa 12 Anak, Kepala Sekolah di Bangladesh Klaim Kerasukan Setan

Sabtu, 06 Jul 2019 11:07
Detik.com
Dhaka - Kepolisian Bangladesh menangkap seorang kepala sekolah yang dituduh memperkosa belasan anak. Kasus ini sampai memicu unjuk rasa dari ratusan warga setempat.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (6/7/2019), kasus ini terjadi di sebuah sekolah religius atau madrasah bernama Madrasah Baitul Huda Cadet yang terletak di wilayah Fatulla, pinggiran ibu kota Dhaka itu. Si kepala sekolah yang bernama Al Amin juga diketahui merupakan pendiri madrasah tersebut.

Kepada kepolisian setempat, Al Amin mengklaim dirinya tidak bersalah. Dia bahkan menyebut dirinya 'kerasukan setan'.

Kepolisian elite dari Batalion Cepat Tanggap (RAB) menangkap Al Amin pada Kamis (4/7) waktu setempat, setelah ibunda salah satu korban melaporkan tindak pemerkosaan itu ke polisi setempat. Identitas korban dirahasiakan dari publik, hanya disebut dia seorang bocah perempuan yang berusia 10 tahun.

Kepala RAB setempat, Letnan Kolonel Kazi Samser Uddin, menyebut korban menonton sebuah laporan berita televisi soal kasus penyerangan seks serius dan memberitahu ibundanya bahwa si kepala sekolah 'melakukan hal yang sama terhadapnya'.

"Sang ibunda dengan segera bergegas mendatangi kami dengan laporannya. Kemudian kami menangkap si kepala sekolah," tutur Uddin kepada AFP.

Belakangan si kepala sekolah mengakui perbuatannya. Dia mengaku bahwa dirinya memaksa berhubungan intim dengan beberapa siswanya yang masih di bawah umur.

"Kami mendapati bahwa dia memperkosa dan mencabuli sedikitnya 12 anak perempuan di madrasah tersebut," ungkap Uddin dalam pernyataannya.

Ratusan orang menggelar unjuk rasa di Fatulla untuk menuntut penegakan keadilan dan hukuman berat untuk si kepala sekolah. Yang lebih mengejutkan, si kepala sekolah ternyata juga seorang imam pada salah satu masjid setempat.

Pekan lalu, dalam kasus terpisah, kepolisian setempat menangkap dua guru sekolah menengah yang diduga memperkosa 20 siswa. Kedua guru itu disebut memeras dan memperkosa para korban juga beberapa ibunda korban selama empat tahun terakhir.

Kelompok-kelompok HAM mengkhawatirkan peningkatan jumlah kasus pemerkosaan dan penyerangan seksual di Bangladesh. Yayasan Manusher Jonno, kelompok HAM lokal, merilis laporan awal tahun ini yang menyebut 433 anak-anak diperkosa sepanjang tahun 2018. Kebanyakan korban berusia antara 7-12 tahun.

Budaya impunitas -- mengampuni tindak kriminal -- disinyalir menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kasus kekerasan seksual di Bangladesh.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2026 18:08

    Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan

  • Minggu, 31 Mei 2026 18:06

    Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

    JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.