Senin, 27 Apr 2026

Internasional

Duterte Ingin Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika, Ini Alasannya

Kamis, 14 Feb 2019 10:58
Detik.com
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte ingin mengubah nama negara Filipina menjadi 'Maharlika'. Perubahan nama ini bertujuan untuk menghilangkan keterkaitan kolonialisme pada nama negara Filipina.

Seperti dilansir Bloomberg dan SunStar Manila, Kamis (14/2/2019), Duterte menyerukan kembali seruan yang pernah dilontarkan mendiang diktator Ferdinand Marcos untuk mengubah nama Filipina menjadi 'Maharlika'. Dalam bahasa lokal, 'Maharlika' disebut berarti 'bangsawan'.

Diketahui bahwa Filipina dijajah oleh Spanyol selama lebih dari 300 tahun. Nama negara Filipina berasal dari nama Raja Spanyol Philip II yang berkuasa antara tahun 1556 hingga 1598 silam.

"Filipina. (Dinamakan) Filipina karena ditemukan oleh Magellan menggunakan uang dari Raja Philip (II). Itulah mengapa ketika penjelajah yang bodoh datang, dia menamakannya Filipina," ucap Duterte dalam pernyataannya pada Senin (11/2) lalu, usai membagikan sertifikat kepemilikan tanah di Provinsi Maguindanao.

"Tapi itu akan baik-baik saja. Di masa mendatang, mari kita ubah. Sebenarnya, Marcos benar. Dia ingin mengubahnya menjadi Maharlika, Republik Maharlika, karena Maharlika adalah kata-kata Melayu dan itu berarti ketenangan. Marcos benar," imbuh Duterte.

Marcos yang lengser dari jabatan Presiden Filipina tahun 1986 lalu karena unjuk rasa damai yang digelar rakyat ini, pertama kali mengusulkan perubahan nama untuk mempromosikan nasionalisme setelah dirinya memberlakukan hukum darurat militer di Filipina tahun 1970-an silam.

Seperti dilansir Manila Bulletin, juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, menyebut nama 'Maharlika' dipilih untuk merefleksikan identitas Melayu dari warga Filipina. "Dia mengatakan bahwa itu (Maharlika) adalah kata Melayu. Mengingat kita adalah Melayu, kita seharusnya memiliki nama yang mengidentifikasikan kita," ucapnya.

"Saya setuju dengannya. Saya suka gagasan nama 'Maharlika' untuk Filipina. Mungkin, untuk lebih menegaskan identitas nasional kita," tegas Panelo. "Konstitusi memampukan Kongres menetapkan aturan hukum yang bisa mengubah nama negara ini dan kemudian mengajukannya kepada rakyat untuk sebuah referendum," ujarnya.

Secara terpisah, Presiden Senat Filipina, Tito Sotto, menyebut usulan Duterte itu membutuhkan amandemen Konstitusi Filipina dan membutuhkan terlalu banyak perubahan. Tidak hanya mengusulkan perubahan nama negara, Duterte juga mendorong perubahan piagam nasional dan menggeser bentuk pemerintahan ke federal.

Namun saat Panelo ditanya apakah Duterte akan secara aktif mendorong perubahan nama negara itu, dia menjawab: "Tidak. Gaya Presiden adalah dia melontarkan sebuah gagasan kemudian orang lain dari Kongres akan membahasnya. Itu hanya gagasan dia."



Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.