Selasa, 04 Agu 2026
- Home
- Internasional
- Empat Warga Sipil Jadi Korban Bom 1 Ton AS, Centcom Buka Investigasi Internal
Internasional,
Empat Warga Sipil Jadi Korban Bom 1 Ton AS, Centcom Buka Investigasi Internal
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 03 Agu 2026 09:04
JAKARTA - Militer Amerika Serikat (AS) dituding melakukan kesalahan fatal setelah menjatuhkan bom seberat nyaris satu ton di kawasan perumahan Pulau Qeshm, Iran, Kamis (30/7/2026). Tragedi ini menewaskan satu keluarga beranggotakan empat orang secara seketika.
Deretan pakar yang melakukan analisis terhadap foto, video, serta jejak citra satelit mengonfirmasi bahwa AS mengerahkan amunisi tipe Mark-84. Merujuk pada keterangan para pejabat pemerintahan Iran, korban jiwa dalam insiden ini mencakup pasangan suami-istri dan dua putra mereka yang masih berusia dua tahun. Beruntung, regu penyelamat berhasil menarik dua anak lainnya dari reruntuhan dalam keadaan bernyawa.
Fakta di lapangan yang dibeberkan analis kepada The New York Times (NYT) menunjukkan adanya kawah dengan diameter mencapai sembilan meter. Pecahan badan bom yang ditemukan mengarah kuat pada profil Mark-84, amunisi konvensional dengan daya hancur masif milik AS. Seluruh bukti visual tersebut memiliki kecocokan absolut dengan waktu dan lokasi operasi tempur AS di hari itu.
Pemilihan titik koordinat ini menuai sorotan tajam karena berada tepat di lingkungan berpenduduk padat di Kota Qeshm, kawasan pesisir Selat Hormuz. Serangan udara ini merupakan bentuk tindak balas dendam angkatan bersenjata AS atas serangan mematikan yang dilancarkan Iran ke pangkalan mereka di Yordania.
Kendati berdalih menyasar target strategis, temuan NYT mementahkan asumsi tersebut lantaran tidak ditemukannya infrastruktur militer Iran di dekat permukiman korban. Analisis di lokasi juga tidak mencatat adanya serdadu yang menjadi korban. Daya rusak bom menyapu radius lebih dari 60 meter, meremukkan bangunan serta kendaraan di sekitarnya.
Menyikapi hal ini, Komando Pusat AS (Centcom) mulai menggelar proses penyelidikan internal terkait indikasi jatuhnya korban jiwa dari pihak sipil. Namun, lembaga militer tersebut mengambil sikap bungkam ketika dicecar mengenai urgensi menjatuhkan bom berkapasitas raksasa di permukiman dan absennya tindakan pencegahan korban sipil.
"Kami mengetahui laporan tersebut dan sedang menyelidikinya," terang Juru Bicara Centcom, Tim Hawkins. Ia menambahkan bantahan bahwa pihak militer AS menjadikan masyarakat sipil sebagai target peperangan.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/empat-warga-sipil-jadi-korban-bom-1-ton-as-centcom-buka-investigasi-internal.html
komentar Pembaca