- Home
- Internasional
- India Didaulat Negara dengan Tingkat Pernikahan Anak Tertinggi
Internasional
India Didaulat Negara dengan Tingkat Pernikahan Anak Tertinggi
Rabu, 12 Okt 2016 12:00
DALAM sebuah laporan berjudul 'Every Last Girl: Free to Live, Free to Learn, Free from Harm', 114 negara diurutkan dari yang terbaik hingga terburuk berdasarkan kelayakannya untuk ditempati kaum perempuan. Penilaian dilakukan dengan melihat aspek pernikahan anak, pendidikan, kehamilan remaja, meninggalnya ibu, dan jumlah keanggotaan perempuan dalam parlemen.
Negara yang masuk kategori paling buruk dalam laporan tersebut adalah Niger, Chad, Republik Afrika Tengah, Mali, dan Somalia. Sementara negara yang dianggap paling memerhatikan kesejahteraan perempuan adalah Swedia, Finlandia, Norwegia, Belanda, dan Belgia.
"Di Niger contohnya, 76 persen perempuan muda menikah sebelum berumur 18 tahun, dan dalam setahun sedikitnya ada satu dari lima gadis remaja melahirkan," demikian penjelasan Save the Children dalam laporannya, seperti dikutip dari CNN, Rabu (12/10/2016).
Meskipun terdapat lima aspek penilaian, topik yang paling menyedot perhatian ialah tingginya angka pernikahan anak di dunia saat ini. Lembaga nirlaba internasional, Save the Children, mendapati negara dengan tingkat pernikahan anak tertinggi adalah India.
Negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia tersebut mencatatkan sebanyak 47 persen atau sekira 24,6 juta anak di bawah 18 tahun sudah menikah.
"Sebab, pernikahan anak adalah salah satu dari kekerasan paling ekstrem terhadap hak asasi anak. Fenomena ini juga sering kali mencerminkan ketimpangan kekuasaan dan pembatasan otonomi perempuan, serta kendali terhadap kehidupan mereka sendiri," demikian Save the Children menjabarkan gentingnya isu pernikahan anak.
Kisah para pengantin remaja di seluruh dunia, menurut mereka, juga selalu mengharukan sekaligus menyayat hati. Dalam usia 10 tahun, gadis-gadis tersebut sudah disodorkan oleh keluarganya sendiri untuk menikah dengan pria dewasa yang perbedaan umurnya kerap terlampau jauh.
Tamrea, salah seorang korban pernikahan anak dari Ethiopia, menikah pada usia 12 tahun. Pada usia belasan tahun, dia hamil dan melahirkan anak, lalu mengurusnya seorang diri.
"Saya tidak bahagia menikah pada umur sebelia itu. Tetapi ayah mengatakan kepada saya kalau tidak menikah maka tidak ada yang akan menjaga saya setelah kepergian ibu. Saya selalu menangis, saya kesulitan beradaptasi pada situasi pernikahan ini. Ketika saya hamil, suami saya pergi begitu saja," tuturnya.
Lain lagi dengan kisah Sahar di Lebanon. Gadis yang kini berusia 14 tahun tersebut naik pelaminan pada usia 13 tahun. Sementara suaminya sudah berumur 20 tahun. Sahar pun kini tengah hamil dua bulan.
"Saya membayangkan yang namanya hari pernikahan pasti luar biasa indah. Tetapi, saya tidak mengalaminya. Saya merasakan sebaliknya. Hari pernikahan saya penuh kepedihan," ujarnya.
Sahar mendengar banyak perempuan yang menikah di usia sangat muda gampang sakit dan menderita pendarahan. Setidaknya dia bersyukur hal itu tidak menimpa dirinya.
"Saya merasa lebih bersyukur ketika memiliki seorang bayi. Tetapi, saya adalah anak-anak yang membesarkan seorang anak," ucapnya penuh ironi.(Okezone.com)
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener