Sabtu, 27 Jun 2026

Internasional

Kapalnya Ditembak di Natuna, China Salahkan Indonesia

Senin, 20 Jun 2016 13:08
Militer Indonesia
Ilustrasi, peta wilayah natuna

BEIJING – Pemerintah China tidak hanya memprotes keras aksi penembakan oleh kapal perang Indonesia terhadap kapal nelayannya yang memasuki perairan Natuna. China juga menuduh Indonesia yang bersalah.
 
Penembakan oleh kapal perang Angkatan Laut Indonesia terhadap kapal nelayan China di perairan Natuna terjadi Jumat 17 Juni 2016. Penembakan dilakukan karena kapal nelayan China diduga mencuri ikan di perairan Natuna, Indonesia.
 
"Tindakan Indonesia melanggar hukum internasional," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari situs resmi kementerian, Senin (20/6/2016).
 
Indonesia, kata Hua Chunying, sudah menyalahgunakan kekuatan militer untuk mem-bully kapal nelayan China.
 
Sebelumnya, diketahui bahwa China memprotes keras aksi kapal perang Indonesia tersebut. "China sangat memprotes dan mengutuk penggunaan kekuatan yang berlebihan," ujar Hua Chunying.

Perempuan diplomat China ini mengotot insiden penembakan terjadi di wilayah perairan tradisional China yang diklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan miliknya.
 
"China mendesak Indonesia berhenti mengambil tindakan yang meningkatkan ketegangan, mempersulit masalah, atau memengaruhi perdamaian dan stabilitas," katanya.
 
Angkatan Laut Indonesia dalam sebuah pernyataan menyatakan ada satu kapal berbendera China yang ditahan. Namun, tidak ada yang dirugikan dalam aksi penembakan itu.
 
Angkatan Laut Indonesia juga mengungkap bahwa mereka sebenarnya mencegat 12 kapal asing yang diduga melakukan illegal fishing dan melarikan diri saat kapal perang Indonesia mendekat.
 
Kapal perang Indonesia lantas mengejar dan mengeluarkan tembakan peringatan dan berhasil menghentikan kapal berbendera China.
 
Juru Bicara Angkatan Laut Indonesia di Natuna, Edi Sucipto, mengatakan bahwa tujuh awak kapal ditahan. "Semuanya aman. Keenam pria dan satu perempuan sekarang ada di Ranai," katanya kepada AFP yang mengacu ke markas Angkatan Laut Indonesia.
 
"Apa pun benderanya, ketika mereka melakukan pelanggaran di dalam yurisdiksi Indonesia, kami dalam hal ini Angkatan Laut, tidak akan ragu untuk bertindak tegas," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
 
Insiden yang melibatkan China dan Indonesia di Natuna ini sudah yang ketiga kali. Sebelumnya, Pemerintah China mengakui bahwa Natuna milik Indonesia, namun beberapa kali kapal nelayan mereka memasuki perairan tersebut. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.