- Home
- Internasional
- Kematian Ratusan Ribu Ikan di Australia Tak Terkendali
Internasional
Kematian Ratusan Ribu Ikan di Australia Tak Terkendali
Selasa, 29 Jan 2019 14:41
SYDNEY - Pemerintah New South Wales, Australia, mengakui kematian ratusan ribu ekor ikan di sungai Darling River berada di luar kendali. Foto-foto terbaru menunjukkan besarnya skala kematian ikan di sungai yang terletak di Kota Menindee tersebut.
Menteri urusan perairan regional NSW Niall Blair pada Selasa (29/1/2019) mendatangi Menindee, dan akan melihat langsung upaya pembersihan sungai dari bangkai ikan.
Kota Menindee selama ini menjadi pusat bencana ekologis berupa kemarau berkepanjangan. Penemuan ribuan bangkai ikan kemarin merupakan yang ketiga kalinya dalam dua bulan.
Pemerintah NSW, kata Blair, tak punya alternatif lain setelah pemasangan aerator (penambah oksigen) di sepanjang sungai itu gagal menjaga ikan-ikan tetap hidup.
"Bila ada hal lain yang bisa dilakukan, kami pasti melakukannya," katanya kepada ABC.
Dia memastikan permasalahannya bukan pada kurangnya dana, melainkan karena memang tak ada alternatif penyelesaian.
Menteri Blair awal tahun ini sudah mengunjungi daerah itu juga. Namun saat itu warga setempat marah karena sang menteri menghindar dari mereka.
Sejauh ini diperkirakan hampir sejuta ekor ikan mati di Darling River di Menindee akibat ganggang yang menghilangkan oksigen dari air.
Perubahan suhu udara yang tiba-tiba serta curah hujan diketahui memperburuk meluasnya pertumbuhan ganggang di Darling River.
Menurut Blair, Menindee mengalami cuaca panas dalam waktu lama, sehingga ketika suhu udara turun 20 derajat Celcius pada hari Minggu, ikan-ikan di sungai itu pun tak bisa bertahan.
"Hal itu di luar kendali kita," ujarnya.
Kualitas air yang buruk di Darling River mendorong keluarnya peringatan kesehatan. Kini penduduk setempat terpaksa membeli air bersih.
Warga pedalaman Australia kini menyalahkan keputusan yang diambil Murray-Darling Basin Authority mengosongkan Danau Menindee pada 2014 dan 2017 menyusul memburuknya jalur air di kawasan itu.
Blair menjelaskan pihaknya masih memeriksa kematian ikan dalam jumlah besar pada 15 Desember lalu. Pihaknya akan menggunakan masukan dari pakar untuk upaya pemulihan yang tepat.
"Kami tahu aerator kita itu cuma solusi sementara, tapi kami siap mencoba semua yang bisa dilakukan," katanya.
Menurut dia, satu-satunya hal yang akan mengubah kondisi saat ini hanyalah datangnya air segar ke sungai.
"Kemungkinan itu tidak ada saat ini," katanya, merujuk pada musim kemarau berkepanjangan.
Sumber: okezone.com
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J