- Home
- Internasional
- Kemlu Rusia: AS Memburu Warga Kami di Luar Negeri
Internasional
Kemlu Rusia: AS Memburu Warga Kami di Luar Negeri
Sabtu, 03 Feb 2018 11:36
MOSKOW – Kementerian Luar Negeri Rusia menerbitkan travel warning bagi warganya yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri. Mereka diminta untuk mempertimbangkan matang-matang sebelum pergi ke luar negeri karena Amerika Serikat (AS) tengah memburu warga Rusia.
Lewat pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri mengingatkan bahwa warga Rusia rawan terhadap ancaman penangkapan oleh negara lain atas permintaan Washington. Setelah ditangkap, mereka akan diekstradisi ke AS untuk menjalani proses hukum.
"Meski kita selalu menginginkan peningkatan kerjasama antara otoritas AS dengan Rusia yang relevan, dinas rahasia AS secara efektif meneruskan 'perburuan' warga Rusia di seluruh dunia," bunyi peringatan Kementerian Luar Negeri Rusia, mengutip dari Reuters, Jumat (2/2/2018).
"Mengingat keadaan semacam ini, kami mengimbau agar setiap warga negara Rusia perlu mempertimbangkan semua risiko ketika merencanakan perjalanan ke luar negeri," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia.
Mereka menambahkan, lebih dari 10 orang warga Rusia sudah ditahan di beberapa negara yang melibatkan AS sejak awal 2017. Kementerian Luar Negeri memberi contoh empat warga Rusia yang ditangkap atas tuduhan kejahatan siber oleh AS di Spanyol, Latvia, dan Yunani.
Total ada tujuh orang warga negara Rusia ditangkap atau didakwa di Amerika Serikat atau luar negeri sepanjang 2017. Angka tersebut melonjak dibandingkan rata-rata jumlah warga Rusia yang ditangkap di luar negeri, yakni dua orang per tahun, sejak 2010.
Pihak kementerian mencontohkan kasus Stanislav Lisov yang dituduh menciptakan virus yang menargetkan konsumen institusi finansial. Ia diekstradisi dari Spanyol ke AS pada 2017. Kemlu Rusia juga memberi contoh penahanan Roman Seleznev atas dugaan kejahatan siber pada 2014 di Maladewa. Moskow menyebut penangkapan itu sebagai kasus penculikan oleh agen Amerika.
Tidak hanya itu, Kementerian Luar Negeri juga mengingatkan bahwa selain ekstradisi ke AS, merkea juga akan menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan atau bias di bawah sistem peradilan Negeri Paman Sam. Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri AS belum mengeluarkan komentar apa pun.
(okezone.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener