- Home
- Internasional
- Kisah Eleanor Cobham, Istri Pangeran Inggris yang Praktikkan Ilmu Hitam
Kisah Eleanor Cobham, Istri Pangeran Inggris yang Praktikkan Ilmu Hitam
Rabu, 21 Feb 2018 09:13
RATUSAN warga London, yang dipenhuhi rasa penasaran, berbaris di pinggir jalan untuk melihat prosesi penebusan dosa dengan cara diarak keliling Ibu Kota Inggris tersebut pada 13 November 1441. Terdakwa adalah seorang perempuan bernama Eleanor Cobham.
Perempuan berusia sekira 40 tahun itu awalnya mendayung sampan dari ke Temple Stairs menyusuri Sungai Thames. Dari sana, Eleanor akan berjalan membawa sebatang lilin seberat 2 kilogram (kg) sambil menunjukkan kalau wajahnya lemah lembut dan sopan.
Eleanor bukan lah perempuan biasa. Kejahatan yang dilakukannya pun juga tidak biasa. Melansir dari The Vintage News, Rabu (21/2/2018), ia adalah istri dari Pangeran Kerajaan Inggris, Humphrey yang bergelar Duke of Gloucester, satu-satunya paman dari Raja Henry VI sekaligus sang pewaris tahta.
Duchess of Gloucester disidang dan divonis bersalah atas kasus ajaran sesat serta disinyalir sebagai penyihir. Hukuman yang dilakukannya pada 13 November 1441 itu adalah yang pertama dari tiga hari hukuman ziarah ke gereja yang dijatuhkan hakim. Setelah itu, dia harus berpisah dengan suaminya dan menjalani hukuman penjara seumur hidup.
Pada abad ke-15, Inggris adalah sebuah kerajaan yang menganut ajaran Katolik. Akan tetapi, praktik-praktik tahayul tetap berkembang pesat. Belasan orang pernah mengeluarkan petisi bagi Henry VI agar diizinkan untuk mempraktikkan alkimia. Dua di antara orang yang mengajukan petisi itu adalah ilmuwan kerajaan.
Situasi tersebut cocok bagi Eleanor, seorang gadis dari kalangan biasa, untuk masuk ke dalam kerajaan. Di masa mudanya, Eleanor dikenal memiliki ambisi tersendiri dalam kehidupan percintaan, kekuasaan, dan kejayaan.
Pada penghujung Juni 1441, muncul kabar di sekitar London bahwa dua orang pria sudah ditangkap karena dianggap berkonspirasi untuk menjatuhkan raja. Mereka dituduh mengutuk Kerajaan Inggris dengan memprediksi bahwa Raja Henry VI akan segera menderita penyakit serius.
Kedua pria yang dinyatakan bersalah itu adalah Roger Bolingbroke dan Thomas Southwell. Mereka dikirim ke Menara London dan diyakini disiksa di tempat tersebut. Bolingbroke lantas mengaku kepada penyidik bahwa dirinya diminta memprediksi masa depan oleh Duchess of Gloucester, Eleanor Cobham.
Perempuan itu tidak menunjukkan sama sekali itikad baik atau gerak-gerik layaknya orang tidak bersalah. Eleanor malah pergi ke Westminster untuk mencari perlindungan. Ia juga hendak melarikan diri lewat Sungai Thames, tetapi berhasil digagalkan.
Saat persidangan, seorang penyihir bernama Marjorie Jourdemayne mengaku bahwa Eleanor menyuruhnya membuat ramuan cinta agar Duke of Gloucester mau menikahinya. Eleanor membantah telah menyuruh seseorang membuat ramuan cinta dan melihat masa depan raja. Pun begitu, dia tidak membantah bahwa pernah meminta bantuan lewat Ilmu Hitam.
Jourdemayne dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar hidup-hidup di Smithfield. Sementara satu dari dua pria yang membantunya dijatuhi hukuman gantung. Eleanor sendiri menghabiskan hidupnya sebagai tawanan di beberapa kastil hingga meninggal pada 1452.
Sang suami, Humphrey, sempat beberapa kali ingin membebaskan istrinya itu. Akan tetapi, hingga ia meninggal pada 1447, Humphrey tidak pernah berhasil membebaskan Eleanor. Tindakan memalukan istrinya secara tidak langsung menghabisi reputasi Humphrey sebagai salah satu orang penting di Kerajaan Inggris.
(okezone.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener