- Home
- Internasional
- Kontradiksi Penggunaan Makelar dalam Pertemuan Jokowi-Obama
Kontradiksi Penggunaan Makelar dalam Pertemuan Jokowi-Obama
Senin, 09 Nov 2015 14:29
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyebutkan banyak ketidakcocokan dan spekulasi dalam artikel yang dipublikasikan Buehler di asiapacific.anu.edu.au, serta menyarankan Pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi Buehler melalui kedutaan besarnya di Inggris.
Dalam artikelnya, Buehler menyebutkan bahwa konsultan Singapura, Pareira International PTE LTD, telah menyepakati kerjasama dengan R&R Partner's Inc, perusahaan asal Las Vegas yang diduga menjadi makelar.
Menurut artikel itu, R&R Partner's bekerja sebagai konsultan bagi pejabat RI, yang membantu untuk mendapatkan akses ke Gedung Putih untuk menemui Obama. Kerjasama itu diduga dalam rangka kunjungan Presiden Jokowi ke AS.
Hikmahanto menjelaskan bahwa dugaan Buehler ini didasarkan pada sebuah dokumen service agreement antara Pareira International Pte Ltd dengan R&R Partner's. Namun, dalam dokumen tersebut tidak ada satu kata pun yang merujuk pada Pemerintah Indonesia.
Kontradiksi kedua adalah dokumen tersebut tidak menjelaskan hubungan antara Pareira International Pte Ltd dengan Pemerintah Indonesia. Namun, Buehler menyimpulkan dokumen ini sebagai permintaan dari Pemerintah Indonesia, padahal bisa saja yang menyewa Pareira International Pte Ltd adalah pihak lain misalnya, pengusaha Indonesia.
Hal lainnya adalah rujukan terkait ruang lingkup kerja dari para pelobi atau konsultan tidak merujuk pada pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Presiden Obama. Dalam dokumen itu tercantum tiga ruang lingkup perjanjian yaitu: mengatur pertemuan dengan para pejabat baik di legislatif maupun pemerintah. Kedua, menyampaikan isu-isu saat legislatif dan pemerintah (joint sessions) bertemu. Ketiga, mengidentifikasi dan bekerja dengan tokoh berpengaruh di AS yang sekilas berkaitan dengan kunjungan Presiden Jokowi ke AS.
"Kemungkinan Michael Buehler merangkai artikelnya antara Services Agreement dengan informasi yang didapat dari berbagai pihak dari Indonesia. Atas dasar ini, argumentasi yang hendak disampaikan adalah Presiden Jokowi tidak memegang kendali terhadap pemerintahan," tulis Hikmahanto dalam rilis yang diterima Okezone, Senin (9/11/2015).
Ditambahkannya bahwa dalam pertemuan antarkepala negara dan kepala pemerintahan tidak dikenal adanya broker. Pertemuan itu akan diatur melalui saluran-saluran diplomatik dan pemerintahan.
Penggunaan pelobi merupakan bagian dari perpolitikan di AS. Namun Kedutaan Besar RI di Washington menegaskan sejak pelantikannya pada Oktober 2014, mereka tidak pernah sekalipun menggunakan jasa pelobi.
Hikmahanto menyarankan Pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi dari Buehler melalui kedutaan besarnya di Inggris. Klarifikasi yang dapat diminta melalui Universitas tempat Buehler bekerja itu dirasa perlu dilakukan karena dapat berpengaruh pada kredibilitas universitas tersebut terlepas dari kebebasan akademik yang dimiliki Buehler.
Kejagung Analisis 3 Barang Penting Ungkap Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah barang bukti dari enam lokasi penggeledahan di Jakarta. Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Ma
Mahasiswa Jabodetabek Demo di Bundaran HI Besok
Jakarta - Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek bakal turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai semakin m
Edarkan Ganj, Dua Buruh di Pangkalan Lesung, Pelalawan Ditangkap
PELALAWAN â€" Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) PolrePelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis daun ganja kering di wilayah Kecamatan Pangkalan Lesung. Dalam pengungkapan tersebut, pol
KPK Tahan 2 Tersangka Terkait OTT Pegawai BPK
Jakarta - KPK menahan dua orang usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai BPK. OTT tersebut merupakan lanjutan dari kasus suap yang melibatkan Bupati Muara Enim nonaktif Ed
Polsek Tanah Putih Intensifkan Patroli Objek Vital Nasional pada Malam Hari
TANAHPUTIH-Dalam rangka menjaga keamanan dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas pada objek vital nasional, personel Polsek Tanah Putih melaksanakan patroli rutin di kawasan operasional PT Pertami