Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Menlu Turki Tuduh Negara Barat Berupaya Tutupi Pembunuhan Khashoggi

Internasional

Menlu Turki Tuduh Negara Barat Berupaya Tutupi Pembunuhan Khashoggi

Rabu, 23 Jan 2019 11:35
Detik.com
ISTANBUL - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menyebut sejumlah negara Barat berupaya menutupi pembunuhan wartawan kawakan Arab Saudi Jamal Khashoggi. Turki kini tengah bersiap untuk penyelidikan internasional demi menyingkap tabir kasus ini.

"Kita lihat bagaimana mereka yang bicara soal kebebasan pers di dunia, menutupi hal ini ketika mereka melihat uang," cetus Cavusolgu saat bicara dalam pertemuan kaum muda di Istanbul seperti dilaporkan Anadolu Agency dan dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (23/1/2019).

Pernyataan Cavusoglu itu merujuk pada negara-negara Barat, namun tidak disebut lebih lanjut negara mana yang dimaksudnya.

Khashoggi yang merupakan wartawan senior Saudi dan kolumnis The Washington Post ini tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober lalu. Tim intelijen Saudi yang sengaja dikirimkan ke Istanbul, diduga kuat ada di balik pembunuhan itu.

Otoritas Saudi yang awalnya menyangkal, akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas dibunuh di dalam konsulatnya. Namun Saudi menyebut Khashoggi tewas dalam operasi liar. Otoritas Saudi juga membantah tuduhan banyak pihak yang mencurigai Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman terlibat.

Otoritas Turki yang terus melakukan penyelidikan atas kasus Khashoggi tersebut, belum berhasil menemukan jenazahnya. Turki juga mengeluhkan kurangnya kerja sama dari Saudi yang terkesan tidak ingin kasus ini mencapai titik terang.

Cavusoglu menegaskan, otoritas Turki selalu bertindak bijaksana dalam menangani kasus ini. Dia juga menyebut bahwa Turki menyadari hambatan-hambatan yang muncul dalam upaya menuntaskan kasus Khashoggi ini.

"Sekarang kita telah melakukan persiapan untuk penyelidikan internasional dalam beberapa hari ke depan. Kita akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," tegas Cavusoglu.

Beberapa waktu lalu, Turki menyerukan kepada Saudi untuk mengekstradisi para tersangka yang ditahan terkait pembunuhan Khashoggi. Seruan Turki itu ditolak mentah-mentah oleh otoritas Saudi.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.