Sabtu, 20 Jun 2026

Menyudutkan Muslim, Tabloid Inggris Tuai Kecaman

Rabu, 25 Nov 2015 14:37
twitter
Headline surat kabar Inggris The Sun yang dianggap memojokkan Muslim.
LONDON – Tabloid Inggris, The Sun, menuai kecaman karena headline-nya dianggap menyudutkan warga Muslim di negeri Ratu Elizabeth itu. Halaman muka yang menampilkan foto algojo ISIS Jihadi John dianggap memelintir hasil jajak pendapat.

Headline yang diberi judul 'Satu dari Lima Muslim Inggris Bersimpati kepada Militan' dan diterbitkan pada Senin 23 November itu dibuat berdasarkan hasil jajak pendapat dari Survation yang diadakan pasca-teror Paris.

Dalam jajak pendapat tersebut, Survation bertanya kepada 1.200 responden: "Bagaimana perasaan Anda kepada para pemuda Muslim yang meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan militan di Suriah?"

Dari hasil polling itu sekira 19,8 persen responden menyatakan memiliki simpati kepada para pemuda tersebut. Hasil ini kemudian dipelintir oleh The Sun dengan memajang headline yang menyebutkan satu dari lima Muslim Inggris bersimpati kepada para militan.

Kenyataannya, pertanyaan tersebut secara spesifik bertanya kepada responden apakah mereka bersimpati kepada para pemuda Muslim yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan pejuang di Suriah, bukan apakah mereka bersimpati kepada orang yang bergabung dengan ISIS atau kelompok militan lain seperti yang ditampilkan The Sun dalam headline-nya.

Lembaga survei Survation yang mengadakan jajak pendapat itu mempertahankan kevalidan survei mereka, tapi mengecam The Sun atas penggunaannya yang disalahgunakan.

"Ada perbedaan antara pekerjaan yang kami lakukan dan dengan cara klien kami (The Sun) menampilkan hasilnya," demikian pernyataan dari Survation dalam laman resminya, Rabu (25/11/2015).

"Survation tidak mendukung cara hasil jajak pendapat ini diinterpretasikan. Headline dan isi artikel tidak didiskusikan dan disetujui oleh Survation sebelum publikasi," lanjut pernyataan itu.

Bukan hanya The Sun yang mendapat kecaman atas headline tersebut. Pengawas media Inggris, Independent Press Standards Organisation (IPSO), juga mendapat kecaman karena menyetujui penerbitan The Sun yang provokatif. IPSO dituduh hanya memikirkan kepentingan media besar dan mengabaikan kepentingan pembaca dan publik.

The Sun sendiri tidak merasa ada yang salah dengan pemberitaan mereka. Juru bicara surat kabat itu mengatakan bahwa responden jajak pendapat pasti sudah mengerti akan maksud pertanyaan dalam jajak pendapat mereka.

"Tidak ada responden yang setuju dengan pernyataan 'Saya bersimpati dengan pemuda Muslim yang meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan fighter (militan/pejuang) di Suriah' yang tidak mengerti fighter mana yang kami maksud."

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • Sabtu, 20 Jun 2026 14:30

    Wujud Kehadiran Polri, Satlantas Polres Inhu Gelar Bakti Religi

    RENGAT-Sebagai wujud nyata kehadiran Polri ditengah masyarakat untuk kepentingan semua elemen yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, Polri melalui jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polr

  • Sabtu, 20 Jun 2026 14:29

    Belasan Ribu Massa di Jember Dukung Program Strategis Prabowo, Minta MBG Tetap Dilanjutkan

    Jakarta - Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi di depan Kantor DPRD Jember, Sabtu (20/6/2026). Massa yang diklaim mencapai sekitar 11 ribu orang itu men

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:50

    Trump: Minyak Habis dalam 4 Pekan Jika Hormuz Ditutup

    Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan cadangan minyak dunia berpotensi habis dalam waktu sekitar empat minggu apabila Selat Hormuz tetap ditutup. Menurutnya, pembu

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.