Jumat, 03 Jul 2026

internasional

Meski Dilarang, Pernikahan Dini Marak di Nigeria

Sabtu, 24 Mar 2018 16:12
Liputan6.com
Sejumlah gadis sekolah Chibok menunggu untuk bertemu Presiden Muhammadu Buhari di Abuja, Nigeria (7/5). 82 gadis yang dibebaskan itu ditemukan dekat kota Banki di Negara Bagian Borno, dekat perbatasan dengan Kamerun. (AP Photo/Olamikan Gbemiga)
 Abuja - Nigeria memiliki jumlah perkawinan anak terbesar di Afrika. Praktik ini paling lazim terjadi di bagian utara, di mana kelompok-kelompok ekstremis-konservatif dengan kukuh menentang upaya menjadikan perkawinan anak sebagai tindakan kriminal.

Sampel kasus tercermin pada kedua anak perempuan Nigeria berikut ini.

Beberapa bulan lalu Rahmatu dan Naja'atu tidak saling mengenal. Tetapi persamaan kondisi yang mereka hadapi, menyatukan keduanya. Kedua gadis itu berusia 14 tahun.

"Saya dipaksa kawin. Itulah sebabnya saya melarikan diri. Saya tidak mencintainya dan saya tidak mengenalnya. Saya belum pernah bertemu dengannya. Tanggal perkawinan ditetapkan dan pada malam sebelum perkawinan dilangsungkan, saya melarikan diri," tutur Rahmatu seperti dikutip dari VOA Indonesia (23/3/2018).

Rahmatu dan Naja'atu tinggal di rumah anak-anak itu di Kaduna. Mereka tidak mau kembali ke desa mereka yang terletak jauh di utara.

Di desa-desa seperti itu, di bagian utara Kaduna, anak-anak perempuan umumnya dikawinkan pada usia sangat remaja, tidak peduli mereka bersedia atau tidak.

Padahal, Rahmatu dan Naja'atu, mereka ingin tetap berada di Kaduna supaya bisa bersekolah. Mereka berharap keluarga mereka akhirnya akan memaafkan mereka karena melarikan diri dari jerat pernikahan dini di Nigeria.

Ada Hukum yang Melarang, Namun Tak Diratifikasi

Di tingkat pemerintah federal, Nigeria telah melarang perkawinan anak, seperti yang diatur dalam UU Hak-Hak Anak Tahun 2003.

Undang-undang itu mewajibkan agar kedua pihak – laki-laki dan perempuan – setidaknya berusia 18 tahun sebelum boleh menikah.

Tetapi, sebagian besar negara bagian di utara tidak meratifikasinya -- mengingat prinsip otonomi daerah yang begitu independen bagi negara bagian di Nigeria.


(Liputan6.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor