Selasa, 05 Mei 2026
- Home
- Internasional
- PBB Ungkap Fakta Menyedihkan: Satu dari Lima Orang yang Diamputasi di Gaza Adalah Anak-Anak
PBB Ungkap Fakta Menyedihkan: Satu dari Lima Orang yang Diamputasi di Gaza Adalah Anak-Anak
admin
Selasa, 05 Mei 2026 13:37
Kondisi ini diperparah oleh minimnya spesialis prostetik serta pembatasan masuknya bahan-bahan medis penting.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali mengeluarkan peringatan serius terkait kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza. Dalam laporan terbaru, PBB menyoroti krisis layanan kesehatan yang kian memburuk, terutama bagi para korban amputasi yang tidak mendapatkan penanganan memadai akibat keterbatasan tenaga ahli dan pasokan medis.
Pada Senin, PBB memperingatkan bahwa satu dari lima penderita amputasi di Jalur Gaza adalah anak-anak. Kondisi ini diperparah oleh minimnya spesialis prostetik serta pembatasan masuknya bahan-bahan medis penting.
"Mengenai kesehatan, kekhawatiran tetap ada terkait penyakit kulit dan masalah medis lainnya yang berhubungan dengan keberadaan hama dan hewan pengerat," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan lebih dari 6.600 orang membutuhkan perawatan prostetik dan rehabilitasi.
"Itu termasuk ribuan orang yang telah menjalani amputasi sejak Oktober 2023, namun hanya delapan teknisi prostetik yang tersedia untuk menangani kasus tersebut," katanya.
Dujarric mengungkapkan bahwa kesenjangan antara kebutuhan dan kapasitas layanan kesehatan sangat besar.
"Dengan kekurangan spesialis yang parah dan terbatasnya pasokan bahan prostetik, dibutuhkan waktu lima tahun atau lebih untuk memenuhi kebutuhan saat ini," katanya memperingatkan.
Dujarric menekankan bahwa “satu dari lima penderita amputasi adalah anak-anak.”
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan internasional untuk mengatasi situasi tersebut. Dujarric menekankan bahwa "teknisi prostetik internasional sangat dibutuhkan, begitu pula dengan masuknya bahan prostetik tanpa hambatan, yang masih dibatasi oleh otoritas Israel".
Krisis ini tidak terlepas dari situasi yang telah berlangsung lama di wilayah tersebut. Israel diketahui memberlakukan blokade terhadap Jalur Gaza sejak 2007, yang berdampak besar pada kehidupan sekitar 2,4 juta penduduk yang kini berada di ambang kelaparan.
Sejak pecahnya konflik besar pada Serangan 7 Oktober 2023, kondisi semakin memburuk. Genosida Israel di Gaza yang berlangsung selama dua tahun terakhir dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, melukai lebih dari 172.000 lainnya, serta menyebabkan kehancuran luas di wilayah tersebut.
Situasi ini menempatkan sistem kesehatan di Jalur Gaza dalam tekanan ekstrem, dengan ribuan korban luka dan amputasi yang belum mendapatkan penanganan layak di tengah keterbatasan yang semakin parah.(merdeka.com).
Sumber: https://www.merdeka.com/trending/pbb-ungkap-fakta-menyedihkan-satu-dari-lima-orang-yang-diamputasi-di-gaza-adalah-anak-anak-569909-mvk.html?page=3
komentar Pembaca